Semarak HUT Ke 77 RI di Papua

Kisah Pilu Puteri Papua Lulus Paskibra: Almarhumah Ibu Ingin Melihat Saya Jadi Paskibra

Bapak dengar sampai menangis, karena dari dulu mama ingin saya menjadi anggota Paskibra. Pas sudah jadi, mama sudah tidak ada. Bapak sangat sedih

Penulis: Hidayatillah | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
PASKIBRA - Puteri Papua suku Marind asli Kabupaten Merauke, Gracia Theophilea Mahuze terpilih menjadi pembawa benderah merah putih (baki) Paskibra Kabupaten Merauke 2022. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Maria Gracia Theophilea Mahuze, puteri Papua asal suku Marind yang merupakan penduduk asli Kabupaten Merauke, Provinsi Papua merupakan sosok pribadi yang tangguh.

Siswa kelas XII Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 2 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Merauke ini, salah satu yang terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di Kabupaten Merauke saat peringatan HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia nanti.

SOSOK Anggota TNI AD Pelatih Calon Paskibra HUT RI di Kabupaten Merauke

Gadis kelahiran Kabupaten Merauke 5 Oktober 2004 yang akrab disapa Gres Mahuze ini dipercaya menjadi pembawa bendera merah putih (baki) Paskibra tingkat Kabupaten Merauke peringatan detik-detik Proklamasi 17 Agustus 2022 nanti.

Namun siapa sangka, dibalik senyuman wajah manisnya menyimpan sebuah kisah pilu. Ibunya cukup lama mendambakan Gres Mahuze menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera. Sayangnya, ketika harapan itu terwujud, sang ibu meninggal dunia.

"Bapak dengar sampai menangis, karena dari dulu mama ingin saya menjadi anggota Paskibra. Pas sudah jadi, mama sudah tidak ada. Bapak sangat sedih," ucap Gres Mahuze terisak-isak saat diwawancarai Tribun-Papua.com di sela-sela latihan di halaman Kantor Bupati Merauke, Kamis (4/8/2022).

Momen HUT RI, Pedagang Roti Bakar Asal Garut Pilih Hijrah ke Merauke Papua Jualan Bendera

Ia tak menyangka bisa mempersembahkan hadiah kepada mendiang ibunya, almarhumah Enggelina Tati Pikalawan yang baru 6 bulan meninggal dunia karena digerogoti penyakit ginjal pada 28 Februari 2022 lalu.

"Kalau berbicara tentang mama, saya tidak kuat. Pasti menangis," ungkap Gres Mahuze terbata-bata dan tak kuasa membendung airmata.

Dia mengakui terus berusaha bangkit untuk membanggakan ayah, kakak dan keluarga besarnya.

Setiap hari, atlet basket ini bangun pagi pukul 04.30 WIT untuk menyiapkan perlengkapan sekolah dan sarapan hingga berangkat ke sekolah pukul 06.00 WIT. Terkadang diantar naik sepeda motor, kadang juga berjalan kaki.

Pemprov Papua Alihkan Peringatan HUT RI di Stadion Lukas Enembe, Musaad: Biar Tak Ganggu Warga

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved