Papua Terkini

Kondisi Geografis Jadi Tantangan Pembangunan Infrastruktur di Papua

Misalnya dari Kabupaten Kepulauan Yapen mau ke Kabupaten Waropen, susahnya minta ampun. Itu kan tantangan dari sisi geografis

Penulis: Raymond Latumahina | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
PEMBANGUNAN PAPUA - Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Papua, Boy Markus Dawir, saat menjadi narasumber dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Provinsi Papua. Dia membeberkan tantangan yang dihadapi membangun Provinsi Papua. Satu di antaranya faktor kondisi geografis Bumi Cenderawasih berupa gunung dan jarak yang sangat jauh. 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Raymond Latumahina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua, Boy Markus Dawir, mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi dalam membangun infrastruktur di Tanah Papua, satu di antaranya kondisi geografis Provinsi Papua berupa gunung, laut dan jarak yang sangat jauh serta sulit ditempuh.

Pesan Asisten Pemerintah Papua, Doren Wakerkwa soal Korupsi: Bisa Mengancam Pembangunan

Hal itu diungkapkan Boy Markus Dawir saat menjadi narasumber Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar di Hotel Horison, Kota Jayapura, 4-5 Agustus 2022.

Pada kesempatan tersebut, Politisi Partai Demokrat itu membeberkan sejumlah faktor permasalahan pembangunan infrastruktur yang ada di Papua.

Faktor-faktor yang dimaksud Boy Markus Dawir adalah keterbatasan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), letak geografis, dan komunikasi antar pemerintah daerah.

Pemprov Papua Terus Kembangkan Kampung Nelayan Untuk Meningkatkan Taraf Hidup Warga

“Misalnya dari Kabupaten Kepulauan Yapen mau ke Kabupaten Waropen, susahnya minta ampun. Itu kan tantangan dari sisi geografis,” kata Boy Markus Dawir, Jumat (5/8/2022), kemarin.

Tak hanya geografis di wilayah pesisir Papua, ia juga menyinggung terkait sulitnya menjangkau kawasan Papua yang di bagian pegunungan.

Pasalnya, ia menilai, letak geografis Papua pegunungan sangat ekstrem. Belum lagi faktor cuaca dan alat transportasi yang cukup susah.

Pemprov Papua Dorong Pengembangan Rumput Laut di 3 Kabupaten Ditingkatkan

“Misalnya kita mau ke gunung, pesawat sudah ada, tapi cuacanya buruk, jadi tidak bisa ke sana,” ungkapnya.

Namun, Boy Markus Dawir mengatakan, segala macam tantangan tersebut bisa diatasi, apabila seluruh pihak mau bekerja bersama-sama.

“Ya antara kita di DPR dan pemerintah daerah, baik itu provinsi, kabupaten, dan kota kalau kita bekerja baik, saya kira semua bisa kita lalukan,” imbuhnya.

Pemprov Papua Lakukan Pendampingan Tiga Provinsi Baru Hasil Pemekaran

Tak kalah penting dari dua faktor sebelumnya, pria kelahiran 4 Mei 1974 itu mengungkapkan permasalahan lain, yakni Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Sebab, ia mengatakan, ada regulasi atau peraturan yang dinilai menghambat dari proses pembangunan infrastruktur di Bumi Cenderawasih.

“Misalnya dari sisi APBN yang masuk ke Papua, kita di DPR Provinsi kan dibatasi regulasi itu. Kita tidak bisa mengawasi APBN, kita kesulitan di situ,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved