Info Mimika

KPK Sebut Papua Rawan Nepotisme, Kok Bisa? Ini Faktanya!

KPK menyebut, menyebut, Papua sangat rawan dugaan praktik nepotisme dalam proses pengangkatan pegawai pemeritahan.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Kepala Satuan Tugas Koordinasi Supervisi dan Pencegahan Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Dian Patria saat diwawancarai Tribun-Papua.com, Jumat (5/8/2022). Dian menyebut, Papua sangat rawan dugaan praktik nepotisme dalam proses pengangkatan pegawai pemeritahan. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Kepala Satuan Tugas Koordinasi Supervisi dan Pencegahan Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Dian Patria menyebut, Papua sangat rawan dugaan praktik nepotisme dalam proses pengangkatan pegawai pemeritahan.

"Saya belum melakukan pendalaman soal jual beli Jabatan, tetapi saya menduga di Papua, termasuk Timika, dan di Papua Barat lebih banyak masalah soal nepotisme,” kata Dian Patria kepada Tribun-Papua.com, Jumat (5/8/2022) saat melakukan monitoring dan evaluasi bersama Ispektorat dan OPD di Mimika.

Dikatakan, praktik nepostisme dilakukan karena adanya kedekatan. “Berbeda dengan di Jawa di mana ada jual beli jabatan," ujarnya.

Baca juga: YPMAK dan Pusdip Uncen Validasi 133 Dokumen Kampung di Mimika

Hal inilah menurut Dian menjadi tantangan Pemerintah Daerah dalam memperbaiki system pengangkatan kepegawaian.

“Kalau tidak paham gimana mau diperbaiki? Apalagi kompetensinya tidak ada. Contohnya, pejabat Kepala Dinas Pertanian tapi dia Sarjana Agama, kan sulit," kata Dian mencontohkan.

 

 

Dian menjelaskan, monitoring dan evaluasi soal kepegawaian daerah penting dilaksanakan karena banyaknya laporan data-data fiktif soal honorer, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

"Jadi mereka ini orangnya tidak ada, tapi ada juga di mana ada orangnya tapi diwakili tiga orang. Kemudian, ada juga orang yang sudah pensiun tetapi masih terima gaji atau honor dengan anggara cukup besar," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved