Hukum & Kriminal

Barang Bukti Tindak Pidana Umum Dimusnakan Kejari Mimika: Miras Terbanyak!

Kejaksaan Negeri Mimika akhirnya memusnahkan barang bukti tindak pidana umum dan khusus di halaman kantor di Jalan Agimuga Mile 32, Timika, Papua.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Kejaksaan Negeri Mimika akhirnya memusnahkan barang bukti tindak pidana umum dan khusus di halaman kantor di Jalan Agimuga Mile 32, Timika, Papua. Pemusnahan barang bukti tersebut adalah hasil tindak pidana pada akhir 2021 hingga Juli 2022 di mana terdapat sebanyak 75 perkara, Senin (8/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Kejaksaan Negeri Mimika akhirnya memusnahkan barang bukti tindak pidana umum dan khusus di halaman kantor di Jalan Agimuga Mile 32, Timika, Papua.

Pemusnahan barang bukti tersebut adalah hasil tindak pidana pada akhir 2021 hingga Juli 2022 di mana terdapat sebanyak 75 perkara.

Sebanyak 75 perkara tersebut, terdiri dari tindak pidana pangan, narkotika, perkara undang-undang kesehatan, penganiayaan, dan undang-undang darurat.

Baca juga: Kerjari Mimika Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana Umum, Apa Saja?

"Jadi total barang bukti dimusnahkan hari ini sebanyak 2.626 jenis. Paling banyak adalah perkara perdagangan minuman keras yang tidak memiliki ijin," kata Kepala Seksi Barang Bukti, Arthur F Gerald kepada Tribun-Papua.com, Senin (8/8/2022) di Timika.

Arthur menjelaskan, sebanyak 759 karton minuman beralkohol jenis bir anker, 62 karton jenis anker fisnerer, 80 karton anggur merah, 19 karton alkohol stoud, 7 karton TB, 8 karton vodka, dan 8 botol minuman mension house.

 

 

"Harus dimusnahkan (barang bukti) karena pemiliknya sudah di lapas. Ini juga dilakukan sehingga tidak ada tunggakan," ujarnya.

Sebelumnya, pemusnahan barang bukti ini adalah hasil penyelidikan baik dari kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), Loka Pengawasan Obat dan Makanan Kabupaten Mimika.

Adapun barang bukti dimusnahkan adalah obat terlarang, amunisi, ribuan botol minuman keras, narkotika jenis sabu, dan tembakau sintetis sesuai keputusan Pengadilan Negeri Mimika.

 Pada prinsipnya, ini dilakukan agar barang bukti tidak menumpuk dan nantinya bakal menjadi persoalan," kata Kajari Mimika, Sutrisno Margi Utomo. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved