Papua Terkini

KABAR BAIK! Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Papua hingga 31 Oktober: Lihat Itu

Diharapkan lewat pemutihan denda pajak tersebut, warga Papua dapat didorong untuk melunasi kewajibannya sebagai wajib pajak.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Pemerintah Provinsi Papua kembali memberlakukan pemutihan pajak kendaraan bermotor mulai 1 Agustus hingga 31 Oktober 2022. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua kembali memberlakukan pemutihan pajak kendaraan bermotor mulai 1 Agustus hingga 31 Oktober 2022.

Relaksasi tersebut berupa pembebasan denda pajak kendaraan bermotor (PKB), denda bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB).

Kemudian, bea balik nama kendaraan bermotor kedua (BBN-KB Il), serta denda sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) untuk tahun lewat.

Baca juga: Baru 6,1 Juta Wajib Pajak se-Indonesia yang Sudah Laporkan SPT

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Papua, Setiyo Wahyudi, mengajak warga Bumi Cenderawasih untuk memanfaatkan relaksasi tersebut.

"Sebab nanti pemilik kendaraan bermotor tidak perlu membayar denda jika, cukup membayar pokoknya saja. Pemberlakuan relaksasi ini ada masa berlakunya," kata Setiyo kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com, di Jayapura, Senin (8/8/2022).

Selain mengejar pemasukan PAD, lanjut Setiyo, pemberlakuan relaksasi tersebut sedikit banyak dipengaruhi oleh kepedulian Gubernur Papua yang lewat kebijakannya ingin meringankan beban masyarakat yang dalam dua tahun terakhir dihantam "badai” Covid-19.

Sehingga diharapkan lewat pemutihan denda pajak tersebut, warga Papua dapat didorong untuk melunasi kewajibannya sebagai wajib pajak.

"Harapannya dengan relaksasi ini, sedikit membantu saudara kita yang mulai sedang bergerak dan bertumbuh dari sisi perekonomiannya pasca Covid".

"Memag kebijakan speerti ini sudah sering dilakukan. Tapi sebenarnya yang lalu konsepnya berbeda dengan tahun sekarang.,"kata Setiyo.

Baca juga: Pemkot Jayapura dan Bank Papua Komitmen Terapkan Digitalisasi Transaksi Pajak dan Retribusi

Bila sebelumnya kbeijakan lebih kepada mendorong tingkat kemampuan bayar, kini kebijakan untuk meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Secara nasional perekonomian juga sedang didorong bertumbuh, tetapi bagaimana masyarakat juga yang dalam hal membayar pajak ini perlu dibantu lagi,” ujarnya.

Pada 2021, total realisasi pendapatan pajak kendaraan bermotor mencapai Rp252 miliar.

Lewat relaksasi selama dua bulan penuh tersebut, Setiyo optimis pendapatan PKB bisa melebihi nilai tahun sebelumnya.

"Karena pasca peluncuran pembebasan denda pajak kendaraan bermotor dua hari lalu, tercatat penerimaan sudah mencapai senilai Rp.4,7 miliar," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved