Kasus Irjen Ferdy Sambo

Polri Ungkap Kronologi Tim Penyidik Temukan Oknum Polisi yang Ambil CCTV Sekitar Rumah Ferdy Sambo

Irwasum Polri beberkan kronologi tim penyidik berhasil menemukan oknum polisi yang mengambil kamera CCTV di sekitar rumah Irjen Ferdy Sambo.

Tribun Jakarta/Annas Furqon Hakim
Rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan diduga menjadi lokasi penembakan yang menewaskan Brigadir Polisi Nopryansah Yosua Hutabarat, Senin (11/7/2022) - Irwasum Polri beberkan kronologi tim penyidik berhasil menemukan oknum polisi yang mengambil kamera CCTV di sekitar rumah Irjen Ferdy Sambo. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Polisi membeberkan kronologi tim penyidik berhasil menemukan oknum polisi yang mengambil kamera CCTV di sekitar rumah Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Diketahui, kamera CCTV tersebut menjadi barang bukti pendukung dalam kasus kematian Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryoto mengatakan tim penyidik mengalami kesulitan dalam membongkar apa yang sebenarnya terjadi terhadap Brigadir J dalam satu minggu pertama sejak kejadian.

Baca juga: Ditetapkan Jadi Tersangka, Ini 3 Peran Ferdy Sambo dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Foto bersama, Irjen Ferdy Sambo saat masih menjabat Kadiv Propam Polri, bersama para ajudannya, tampak Brigadir J dan Bharada E dalam foto tersebut. Skuad lama disebut pengacara keluarga Brigadir J diduga terlibat dalam penembakan yang membuat Brigadir J tewas terbunuh.
Foto bersama, Irjen Ferdy Sambo saat masih menjabat Kadiv Propam Polri, bersama para ajudannya, tampak Brigadir J dan Bharada E dalam foto tersebut. Skuad lama disebut pengacara keluarga Brigadir J diduga terlibat dalam penembakan yang membuat Brigadir J tewas terbunuh. (Tribunnews.com/Istimewa)

Hal itu lantaran sejumlah barang bukti pendukung seperti kamera CCTV sudah diambil.

"Pada saat pelaksanaan olah TKP awal dilaksanakan kurang profesional dan beberapa alat bukti pendukung sudah diambil," ujar Agung dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022).

Itulah kenapa tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo seolah-olah jalan di tempat.

Namun, akhirnya tim khusus mendapat informasi dari Badan Intelejen Keamanan (Baintelkam) Polri mengenai kamera CCTV tersebut yang hilang itu.

"Bahwa dijumpai ada beberapa personel yang diketahui mengambil CCTV dan yang lain-lainnya," tuturnya.

Baca juga: Irjen Ferdy Sambo Ditetapkan Jadi Tersangka, Perintahkan Bharada E Tembak Brigadir J

Berbekal informasi tersebut, kata Agung, Itwasum langsung membuat surat perintah gabungan agar Divisi Propam dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengusutnya.

Diketahui pada Selasa (9/8/2022), Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit mengumumkan Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus penembakan Brigadir J.

Dia disebut memerintahkan dan membuat skenario pembunuhan yang terjadi di rumah dinasnya, Jumat (8/7/2022).

Selain Ferdy Sambo, polisi juga menetapkan Bharada E, Bripka RR, dan seorang berinisial KM sebagai tersangka.

Sebelumnya diberitakan, pada 12 Juli 2022 lalu, atau 4 hari setelah pembunuhan Brigadir J, pihak kepolisian mengatakan, seluruh kamera CCTV di kediaman Ferdy Sambo mati saat kejadian baku tembak yang menewaskan Brigadir J.

Baca juga: Pengacara Bharada E Sebut Pistol Brigadir J Sengaja Ditembakkan ke Dinding: Tak Ada Baku Tembak

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto saat itu menyebutkan seluruh kamera CCTV di rumah itu mati karena decoder-nya rusak.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved