Pemkab Jayapura

BAKTI Janjikan 17 BTS Rampung di Kabupaten Jayapura

Saat ini PT IBS telah lakukan pengerjaan pembangunan yang akan direalisasi pembangunan pada Agustus ini.

Tribun-Papua.com/ Putri
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon didampingi Regional Project Manager PT Infrastruktur Bisnis Sejahtera, Jhon Gerga Buki (baju hitam) saat jumpa pers terkait pembangunan BTS Bakti Kominfo di Kabupaten Jayapura 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Gustaf Griapon mengungkapkan ada 17 Base Transceiver Station (BTS) Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informastika (BAKTI) bakal rampung dalam waktu sebulan.

PT Infrastruktur Bisnis Sejahtera (IBS) selaku pemenang pembangunan BTS Bakti di Papua secara total keseluruhan sekitar 3.900 side di Kabupaten Jayapura yang diajukan sekitar 142 lebih dan lolos survei sebanyak 104 side.

Saat ini PT IBS telah lakukan pengerjaan pembangunan yang akan direalisasi pembangunan pada Agustus ini sebanyak 17 side dengan lokus di empat Distrik Airu, Gresi Selatan, Unurum Guay, Yokari, Kaureh, dan Yapsi.

Baca juga: Yan Mandenas Tinjau Jaringan Telekomunikasi di Sarmi, Target Bangun 5.000 BTS di Papua

"Sebanyak 17 side di tahap pertama kemudian dilanjutkan pembangunan 35 side BTS BAKTI Kominfo. Lagi dikerjakan di Kampung Guriat Distrik Unurum Guay tinggal peresmian dan on air,"ujarnya di ruang Media Center Kantor Bupati dalam jumpa pers, Kamis (11/8/2022).

Gustaf menjelaskan Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Kota Jayapura tidak masuk dalam kebijakan Presiden RI, Joko Widodo yang masuk pada kategori Percepatan Pembangunan TI Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)  namun masuk dalam kategori Non 3T padahal di Kabupaten Jayapura dapat dilihat sebagai daerah dengan blank spot paling banyak.

Ia mencontohkan Distrik Airu kesulitan dari jangkauan telekomunikasi dan terosilir, juga Distrik Yapsi, Kaureh, Yokari, Rafenirara, Depare, dan Demta.

"Jadi ada project Non 3 T itu operator seluler seperti Telkomsel mendapat project , Indosat. Indosat ada sembilan titik sudah jalan progres pembangunannya. Telkomsel ada 21 side baru bangun 4 atau 5. Dan sekarang ini Bakti Kominfo,"ujarnya.

Baca juga: Kadis Kominfo Papua Berharap Gerakan 10 Juta Bendera Bisa Mendorong Peningkatan Ekonomi

Untuk tower Bakti Kominfo, lanjutnya, tidak ada siyal untuk telepon seluler yang tidak menggunakan 4G.

Lanjutnya realisasi pada 104 side dari hasil survei akan dilakukan di side yang tidak ada tower Telkomsel atau Indosat. Pada 17 side ini merupakan sektor yang ditargetkan untuk segera selesai.

Adapun perawatan tower, kata Gustaf, lokasi tanah yang dibangun oleh masyarakat telah dihibahkan ke pemerintah daerah. Mekanisme yang ditawarkan pihaknya kepada masyarakat yaitu sebagai pekerja tower.

"Kemudian akan dilakukan pelatihan dan pendampingan. Pembangunan tower BTS tersebut juga di sesuaikan dengan hasil musrembang di tiap kampung untuk mendukung sarana pendidikan dan kesehatan,"katanya.

Baca juga: Pusdatin Bersama BAKTI Kominfo Tingkatkan Layanan Internet di Daerah Tertinggal

Regional Project Manager PT Infrastruktur Bisnis Sejahtera, Jhon Gerga Buki menjelaskan terkait pembangunan pada Augustus 2022 sesuai timeline sekitar 2-3 hari material tower akan dikirim di masing-masing lokasi.

"Ketika On Air masyarakat bisa gunakan BTS 4G, waktunya sekitar  satu bulan. Pembangunan tanggal 13 on side, 17 titik ada 10 tim dalam satu bulan target ada 10 lokasi dilanjutkan pembangunannya,"katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved