Penurunan Stunting

Dinkes Mimika Tetapkan Kelurahan Koperapoka Daerah Prioritas Penurunan Stunting

Kelurahan Koperapoka memang banyak kasus stunting, makanya kita sampai dijadikan lokus. Tahun sebelumnya Distrik Wania di Kampung Mawokao Jaya

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
PENURUNAN STUNTING - Kepala Lurah Koperapoka, Frengky Max Dolwala mengakui wilayahnya memang banyak kasus stunting, sehingga Dinkes Mimika memprioritaskan wilayah tersebut sebagai lokasi penanganan stunting. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua menetapkan Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru sebagai lokasi prioritas penanganan stunting.

Selain Kelurahan Koperapoka, dua kelurahan lain juga terpilih sebagai lokasi yang dipilih Dinkes Mimika untuk penurunan stunting, yakni Kelurahan Kebun Sirih dan Kelurahan Otomona.

Peringati Harganas, BKKBN Provinsi Papua Ajak Semua Pihak Cegah Stunting

Hal ini merupakan perhatian pemerintah dalam mengupayakan pencegahan, sekaligus menekan angka stunting di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.

Kepala Kelurahan Koperapoka, Frengky Max Dolwala kepada Tribun-Papua.com, Kamis (11/8/2022) mengatakan, Kelurahan Koperapoka akan memprioritaskan program kesehatan di wilayahnya untuk mempercepat penurunan stunting. 

Peduli Gizi dan Cegah Stunting, Dinas Perikanan Kota Jayapura Gencarkan Program Gemarikan

"Kelurahan Koperapoka memang banyak kasus stunting, makanya kita sampai dijadikan lokus. Tahun sebelumnya Distrik Wania di Kampung Mawokao Jaya yang jadi tempat prioritas penanganan stunting," jelasnya. 

Langkah yang akan diambil pihaknya adalah dengan mengumpulkan Ketua RT dan Kepala Puskesmas Timika supaya Posyandu di setiap RT dibuka. Karena pos Posyandu di Kelurahan Koperapoka hanya 3 dan masyarakat tidak terjangkau karena padatnya penduduk.

Belum Lakukan Pemetaan Lokasi Stunting, Ini Alasan Kadinkes Jayapura

Selain itu, wilayah Koperapoka kebanyakan masyarakat pedagang, sehingga jika lokasi Posyandu jauh dari tempat usaha, menyebabkan masyarakat malas membawa anaknya ke Posyandu. 

Menurutnya, persoalan stunting memiliki risiko tinggi terhadap generasi masa depan bangsa dan dapat menurunkan produktivitas anak saat dewasa.

Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit tidak menular degeneratif. Harapannya dengan menjadi daerah yang diprioritaskan penanganan stunting, masyarakat menjadi sadar dan mengerti pola hidup sehat.

Dokter Andrew: Pencegahan Stunting Bukan Hanya pada Sektor Kesehatan

"Untuk itu, penurunan dan pencegahan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan. Stunting mempengaruhi perkembangan otak anak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved