Papua Terkini

Ketika Para Buruh Bertarung Mempertahankan Nasib di Tengah ‘Kejamnya’ Perusahaan Sawit di Papua

Rata-rata perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Papua, diawasi secara ketat oleh aparat TNI-Polri.

Tribunnews/Jeprima
ILUSTRASI - Rata-rata perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Papua, diawasi secara ketat oleh aparat TNI/PolriSemisal beberapa perusahaan yang beroperasi di Taja, dan Lere di Kabupaten Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Rata-rata perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Papua, diawasi secara ketat oleh aparat TNI-Polri.

Semisal, beberapa perusahaan yang beroperasi di Taja, dan Lere di Kabupaten Jayapura.

Warga yang ingin mengunjungi kerabat, teman, dan keluarganya harus melewati dua sampai tiga pos pengamanan.

Baca juga: Ini Alasan Pemkab Jayapura Evaluasi Izin Pembukaan Lahan Kelapa Sawit PT PNM

Setiap pos yang dilewati, wajib menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan menjelaskan alasan kedatangannya.

Kondisi serupa juga terjadi di perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di seantero Kabupaten Keerom.

Satu di antara perusahaan tersebut adalah PT Rajawali Group.

PT Rajawali Group hingga kini menggarap lahan untuk menanam kelapa sawit.

 

 

PT Rajawali Group memiliki sejumlah anak perusahaan yang juga mengelola sawit. Satu diantara unitnya yaitu PT Tandan Sawita Papua (TSP).

Aneh! diawasi ketat, tak boleh sembarangan memasuki kawasan perusahaan tetapi nasib buruh yang bekerja di dalamnya memprihatinkan.

Pada Kamis, 4 Agustus 2022, Komnas HAM Perwakilan Papua dan Papua Barat melaporkan tuntutan yang disampaikan sejumlah buruh.

Nasib buruh yang bekerja di Perusahaan kelapa sawit PT Tandan Sawita Papua (TSP) di Arso Timur, Kabupaten Keerom, memprihatinkan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved