Semarak HUT Ke 77 RI di Papua

Pemuda Biak Ini Sebut Pancasila Mengandung Nilai dan Norma Bangsa Indonesia: 'Jangan Sia-siakan'

Jika aturan Pancasila sebagai ideologi negara dilanggar, maka hukuman berupa sanksi moral dan sanksi sosial harus bisa diterima.

Tribun-Papua.com/Tangkapan Layar
Hudson Andre Wanma Ruamba 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pancasila adalah kumpulan nilai dan norma yang menjadi landasan keyakinan dan cara berpikir untuk mencapai tujuan berdasarkan lima sila.

Ideologi ini bersumber pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan aturan mengenai moral, karenanya pelaksanaan harus berdasarkan pada keyakinan dan kesadaran penggunanya.

Jika aturan Pancasila sebagai ideologi negara dilanggar, maka hukuman berupa sanksi moral dan sanksi sosial harus bisa diterima.

Demikian disampaikan Pemuda Biak, Hudson Andre Wanma Ruamba dalam forum grup diskusi yang dilaksanakan di Jayapura, secara daring.

Baca juga: Papua Final dalam Bingkai NKRI, Ini 5 Pernyataan Barisan Merah Putih Sambut HUT Kemerdekaan RI

“Pancasila sebagai ideologi negara mengalami masa perkembangan, seperti halnya di masa orde lama, orde baru dan era reformasi. Berbagai pihak dan ahli sepakat jika ideologi adalah kumpulan gagasan yang disepakati bersama dan merupakan ciri khas bangsa Indonesia,” kata Hudson, dikutip Tribun-Papua.com, Jumat (12/8/2022).

Hudson merupakan pendiri Yayasan Biak Siowi Foundation yang bergerak dalam bidang kemanusiaan untuk anak-anak jalanan di Kabupaten Biak Numfor.

Menurutnya, semua anak Papua pasti punya Ideologi berbeda, namun untuk membangun ideologi yang baik harus merubah pola hidup.

Untuk itu, ia mengajak generasi muda agar tidak terpancing atau terpengaruh kelompok berseberangan.

Anak muda diajak untuk mengasah wawasan lebih luas.

“Papua memiliki SDM belum maksimal seperti di daerah lain, karena kita baru masuk di wilayah Indonesia baru tahun 1969, sehingga kita tida boleh pesimis dan malas yang hanya membuat kita selalu tertinggal,” ajaknya.

Dikatakan, sejak 1960 sudah banyak orang papua yang sudah bersekolah di luar negeri, terutama di wilayah Saireri Biak dan Serui.

Sejak dulu sudah ada anak-anak muda Papua sekolah di luar negeri, bahkan pahlawan-pahlawan Papua itu semua orang-orang pintar.

“Saya melihat orang papua itu punya kelemahan yaitu kurang membangun kepercayaan diri, sehingga perlu kita perbaiki, Tuhan sudah kasih waktu dan kesempatan kepada kita untuk berjuang dan belajar jangan sia-siakan semuanya,” imbuhnya.

Baca juga: Mendagri Tito: Pelaku Sejarah Pemekaran DOB Papua Paling Solid Ada di Provinsi Papua Selatan

Hudson mengajak semua pemuda yang hadir dalam diskusi ini untuk mengevaluasi diri.

"Di negara demokrasi ini kita semua punya hak berpendapat, namun jangan gunakan untuk hal-hal yang tidak mendukung negara menjadi baik."

“Mari kita berusaha membangun ekonomi kita masing-masing. Papua sudah sah secara de facto dan de jure masuk wilayah indonesia, negara yang merdeka,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved