Info Jayapura

Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemerintah Diminta Perhatikan Sekolah Adat di Kabupaten Jayapura

Di Papua ada 428 bahasa namun generasi muda memiliki kecendurangan merasa malu menggunakan bahasa daerah.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Direktur Sekolah Adat Papua, Orgenes Monim saat menandatangani sebagai master guru Bahasa Ibu, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Jumat (12/8/2022) 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah diharapkan lebih memberikan perhatian khusus bagi pengembangan pendidikan sekolah adat di Kabupaten Jayapura, melalui program revitalisasi bahasa daerah.

Permintaan ini disam Direktur Sekolah Adat Kabupaten Jayapura, Orgenes Monim, dalam pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) untuk Tunas Bahasa Ibu, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Pelatihan tersebut berlangsung di sebuah hotel di Sentani pada 9-11 Augustus, dan dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Papua. 

Oregens menjelaskan, ada 54 sekolah dasar dan 54 tenaga pengajar bahasa ibu di Sekolah Adat belum mendapatkan honor kerja.

Mereka mengajar melalui kiat-kiat muatan lokal pengembangan Bahasa Ibu di Dewan Adat Suku Buyaka.

Baca juga: Waduh, 8 Bahasa Daerah Punah di Wilayah Indonesia Timur, Termasuk Ada dari Papua

Secara keseluruhan di Sekolah Adat mempunyai 140 tenaga pengajar, lanjut Orgenes, secara khusus dari Kementrian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ikut memperhatikan nasib tenaga pengajar sehingga pihaknya memakai anggaran dari komite.

"Dari Balai Bahasa ingin mendidik guru dari untuk pengembangan bahasa daerah. Jadi pembinaan pembekalan untuk peserta guru master yang nanti akan mengajar di sekolah dasar maupun sekolah mengah pertama," katanya di Sentani, Jumat (12/8/2022).

Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Muhammad Muis mengatakan pelaksanaan RBD bertujuan dapat melestarikan dan melindung bahasa daerah di Papua.

Adapun kegiatan RBD ini dilakukan di tujuh kabupaten dan kota dengan sasaran tujuh bahasa yakni bahasa Sentani di Kabupaten Jayapura, Tolaki di Kota Jayapura, Sarmi, Kamoro di Mimika, Biak, dan Marind di Marauke.

RBD juga digelar di 11 provinsi di antaranya Sumatra Utara dan Ambon.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved