Kongres Masyarakat Adat

MRP: Polisi Hentikan Jual Beli Miras di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura Jelang KMAN

MRP di Kelompok kerja (Pokja) Agama, meminta agar polisi hentikan aktivitas jual beli minuman keras di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Anggota MRP, Pokja Agama, Dorlince Mehue saat diwawancarai Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (12/8/2022). Dia meminta agar menjelang pergelaran Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI (KMAN VI), pihak Kepolisian dapat mengatasi aktivitas jual beli miras di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Guna menyambut dan menyukseskan pergelaran Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI (KMAN VI) pada 24-30 Oktober 2022 mendatang, Majelis Masyarakat Papua (MRP) di Kelompok kerja (Pokja) Agama, meminta agar polisi hentikan aktivitas jual beli minuman keras (Miras) di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Permintaan itu disampaikan oleh Anggota MRP, Pokja Agama, Dorlince Mehue kepada Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (12/8/2022) lalu.

Baca juga: DAS Sentani Pastikan KMAN ke-VI Sukses Digelar di Jayapura

"Terkait dengan adanya pergelaran Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI nanti, saya meminta agar pihak yang berkompeten bisa menghentikan aktivitas jual beli miras di Kota dan Kabupaten Jayapura," kata Dorlince.

Menurutnya, miras menjadi faktor utama penyebab masalah saat pergelaran Kongres Masyarakat Adat Nanti.

 

 

"Sekali lagi, dengan tegas saya minta siapapun yang menjual miras atau mengkonsumsinya harus diberi sanksi," tegasnya.

Dikatakan, tindakan-tindakan tegas untuk mengatasi aktivitas jual beli miras sudah harus dilakukan pada saat ini, agar pergelaran Kongres Masyarakat Adat nanti dapat berjalan sukses sesuai yang diharapkan.

Selain itu, dia juga meminta agar masyarakat harus bisa berperan aktif untuk menciptakan keamanan, dan kenyamanan, bagi para tamu yang datang nanti.

"Hal itu agar ketika mereka berada di Papua, para tamu KMAN VI bisa merasa seperti di daerah mereka sendiri," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved