Wisata Papua

Wisata Papua: Melihat Musamus 'Sarang Semut' di Merauke

Musamus atau yang lebih dikenal dengan 'sarang semut' merupakan mahakarya alam yang wajib Anda lihat ketika sedang melancong ke Merauke, Papua.

Penulis: Astini Mega Sari | Editor: Astini Mega Sari
Tribun-Papua
WISATA PAPUA - Penampakan Musamus atau Rumah Semut di Taman Nasional Wasur Merauke Papua, yang dapat dijadikan objek fotografi bagi para wisatawan, Minggu (20/2/2022) - Musamus atau yang lebih dikenal dengan 'sarang semut' merupakan mahakarya alam yang wajib Anda lihat ketika sedang melancong ke Merauke, Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Musamus atau yang lebih dikenal dengan 'sarang semut' merupakan mahakarya alam yang wajib Anda lihat ketika sedang melancong ke Kabupaten Merauke, Papua.

Di Merauke, ada padang savana yang berisi banyak musamus di dalamnya.

Dikutip dari Kompas TV, padang savana berisi musamus itu berada di Kampung Salor Indah, Distrik Semangga.

Baca juga: Wisata Papua: Pesona Pantai Bukisi di Distrik Yokari

WISATA PAPUA - Penampakan Musamus atau Rumah Semut di Taman Nasional Wasur Merauke Papua, yang dapat dijadikan objek fotografi bagi para wisatawan, Minggu (20/2/2022).
WISATA PAPUA - Penampakan Musamus atau Rumah Semut di Taman Nasional Wasur Merauke Papua, yang dapat dijadikan objek fotografi bagi para wisatawan, Minggu (20/2/2022). (Tribun-Papua)

Diperkirakan ada 1.000 sarang semut di lokasi ini.

Untuk sampai ke sana, pengunjung harus berkendara selama sekitar dua jam dengan jarak tempuh 65 km dari pusat Kota Merauke.

Pesona Musamus

Kendati dikenal sebagai rumah semut, musamus bukanlah sarang yang dibangun oleh semut, tetapi oleh hewan sejenis rayap.

Dikutip dari Indonesia.go.id, secara fisik musamus berupa gundukan tanah yang terbentuk dari bahan dasar rumput kering, tanah, dan air liur rayap pembuatnya.

Musamus memiliki bentuk menyerupai stalakmit di gua-gua dan terbentuk menjulang di atas permukaan tanah.

Baca juga: Wisata Papua: Bukit Jayapura City dan Indahnya Lanskap Ibukota Papua dari Ketinggian

Tempat yang menjadi rumah bagi jutaan koloni rayap itu memiliki tekstur permukaan yang berlekuk-lekuk dan berwarna coklat kemerahan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved