Aliansi Honorer Mimika Demo

Aliansi Honorer Mimika Demo saat HUT Ke-77 RI, Eduardus: Apa Arti Kemerdekaan

Verifikasi ulang nama-nama honorer yang masuk dalam pengangkatan K2 formasi 600 dengan masa kerja di bawah 5 tahun

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
UNJUK RASA - Sekelompok warga yang mengatasnamakan Aliansi Pegawai Honorer Mimika melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Mimika, Rabu (17/8/2022). Unjuk rasa tersebut menyita perhatian, karena dilakukan usai upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Sesaat setelah upacara Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 2022 di Halaman Kantor Bupati Mimika di SP 3 Timika selesai, puluhan pegawai honorer yang mengatasnamakan Aliansi Honorer Kabupaten Mimika merangsek masuk lapangan upacara sambil membawa sebuah spanduk beragam tulisan.

Forum Honorer Kabupaten Mimika Minta Advokasi ke LBH Papua: Mereka Juga Digaji di Bawah UMK

Di antaranya bertuliskan Barisan Para Tenaga Honorer yang Telah Bekerja di Atas 5 tahun dan juga tidak diakomodir dalam pengangkatan K2 tahun 2022. Verifikasi ulang nama-nama honorer yang masuk dalam pengangkatan K2 formasi 600 dengan masa kerja di bawah 5 tahun.

Sontak saja aksi tersebut langsung menyita perhatian para pegawai dan peserta upacara lainnya. Apalagi, mereka juga menyampaikan aspirasi dengan cara orasi di depan para tamu undangan yang saat itu masih melalukan sesi foto bersama.

KABAR gembira, 2.950 Honorer K2 Asal Papua Lolos Verifikasi dan Validasi

"Indonesia, Merdeka! Honorer Bersatu," teriak salah satu pengunjukrasa yang diikuti demonstran lainnya.

Ketua Aliansi Honorer Mimika, Eduardus Sowai mengatakan selama 77 tahun Indonesia merdeka, honorer Mimika belum juga merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya.

Menurutnya, kemerdekaan seharusnya melahirkan kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan. Namun, apa yang ada hanyalah ketidakadilan.

Polemik Honorer Siluman Pemkab Mimika, Wabup: Pejabat yang Memanipulasi Data Bakal Diusut!

"Selama bendera merah putih masih berkibar di tiang ini, itu berarti Undang-undang dan hukum masih berjalan di negeri ini,” katanya.

Lebih lanjut dia juga mengkritik keras pemerintah yang menurutnya kesejahteraan belum dirasakan masyarakat. Termasuk kemakmuran juga belum dihadirkan pemerintah di tengah masyarakat.

"Kalau tidak ada keadilan ngapain kita merayakan 17 Agustus rame-rame kaya begini. Tidak ada kesejahteraan, tidak ada kedamaian. Jangan kita pura-pura bodoh, semua tutup mata, omong kosong, diam di sini," lanjutnya.

Inilah Tuntutan Aliansi Honorer Mimika saat Datangi DPRD: Seleksi K2 Formasi 600 Ditinjau Ulang

Eduardus menyebut, apabila kemerdekaan tidak mewakili kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan, kalau tidak ada tiga hal ini, maka sama saja perayaan 17 Agustus adalah omong kosong belaka.

"Pokoknya mulai tahun ini kita akan terus bergerak. Kita tidak akan diam kalau suara kami tidak dijawab dengan baik," ucapnya.

Eduardus juga menyampaikan bahwa Aliansi honorer Mimika saat ini telah memiliki lisensi nasional, sehingga merekaberhak untuk melakukan intervensi ke dalam pemerintahan, bukan organisasi lain.

Setelah menunggu di depan podium beberapa saat, Aliansi Honorer Mimika ini kemudian membubarkan diri karena tak satu pun pejabat yang menemui mereka. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved