Breaking News:

Kongres Masyarakat Adat

Ini Harus Jadi Perhatian Panitia Kongres Masyarakat Adat di Kampung Ifar Besar

Kampung Ifar Besar berada di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Jadi salah satu kampung yang akan menerima tamu, pihak kampung telah menyiapkan 15 r

Tribun-Papua.com/ Putri
Suasana rumah di Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani,Ada 15 rumah yang disiapkan u tuk menyambut rumah pada Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI pada 24-30 Oktober 2022 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kepala Pemerintah Kampung (KPK) Ifar Besar, Arnold Yoku menyampaikan Obhe Daikelebhey di Pulau Ajauw perlu direnovasi, sanitasi, dan ketersediaan air bersih di Kongres Masyarakat Adat VI.

Kampung Ifar Besar berada di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Jadi salah satu kampung yang akan menerima tamu, pihak kampung telah menyiapkan 15 rumah.

Perjalanan dari Bandar Udara Sentani sekitar 30 menit. Ada dua jalur jalan yang menghubungkan menuju Kampung Ifar besar yaitu melalui Pasar Lama di Yahim dan Jalan Baru di depan Dapur Papua.

Arnold Yoku kepada Tribun-Papua.com mengatakan sebelumnya ada 25 rumah yang disiapkan olehnya namun hanya 15 rumah yang lolos seleksi.

Baca juga: Sukseskan KMAN, Pemkab Jayapura Pastikan Ketersediaan Listrik di Kampung Atamali dan Abar

"Masyarakat masih minta rumahnya dipakai namun dilihat dari kondisi rumah, panitia lihat kondisinya, jika rumahnya panggung dapat dipakai,"ujarnya di kediamannya di Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani, Selasa (16/8/2022).

Menurutnya, rumah yang langsung beralaskan tanah tidak dapat dibangun mandi cuci kakus (MCK). Sementara jika harus membangun lagi membutuhkan biaya dan mengganggu arus lalu lintas.

"Minggu lalu tim sudah turun, kami langsung survei. Wawancara dengan warga yang punya rumah. Sampai pukul 18.30 WIT,"katanya.

Warga di Kampung Ifar Besar masih menggunakan air dari Danau Sentani. Sementara ada penampungan air ada namun belum difungsikan. Pada Maret lalu panitia Kongres Masyarakat Adat Lokal lakukan survei dan penampungan akan difungsikan pada Agustus.

Menurutnya jika tidak segera di fungsikan hingga Oktober nanti pihaknya akan memakai air Danau Sentani dan air tanah untuk mencuci dan mandi. Sedangkan untuk masak dan air minun akan menggunakan air galon. Adapun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak tersedia.

Pangan yang disiapkan dari Dinas Perikanan sekitar 4000 bibit Ikan Nila dan tujuh karung pakan telah disiapkan di keramba.

Panitia harus melihat kekurangan, lanjutnya, fasilitas seperti WC, pintu, dinding rusak, dan lampu.

Baca juga: ASN Pemkab Jayapura Wajib Dukung Penyelenggaraan KMAN: Sukseskan!

Albert menjelaskan masing-masing rumah akan menyiapkan makanan dan snack pagi. Sebagai lokasi sarasehan akan dilaksanakan di Lapngan Voli dan Obhe.

"Kami akan melakukan pertemuan minggu depan untuk mengarahkan warga,"ujarnya.

Sekedar informasi, dermaga di Jembatan Kuning, Kampung Ifar Besar dapat menghubungkan Kampung Hobong, Putali, Abar, Hobong, Ayapo, dan Yoka. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved