Kongres Masyarakat Adat Nusantara Ke VI

Penambahan Tenaga Medis Jadi Permintaan Kepala Kampung Homfolo Jelang KMAN VI

Ketua Panitia Lokal Kongres Masyarakat Adat bersama rombongan berkunjung di Kampung Homforo, Distrik Ebungfauw. Kampung tersebut jadi salah satu lokas

Istimewa
Ilustrasi tenaga kesehatan (Nakes). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kepala Pemerintah Kampung Homfolo yang juga menjabat sebagai Ondofolo, Anderson Tokoro menyatakan harus ada penambahan petugas medis di Posyandu Mambruk jelang Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI.

Ketua Panitia Lokal Kongres Masyarakat Adat bersama rombongan berkunjung di Kampung Homforo, Distrik Ebungfauw. Kampung tersebut jadi salah satu lokasi sarasehan.

KPK Homfolo Anderson menjelaskan rumah masyarakat dikampungnya tidak layak untuk inap tamu kongres nanti. Sehingg pihaknya hanya menyediakan fasilitas gedung dan kesehatan.

Namun melihat kondisi kekurangan pada tenaga medis pihaknya mengusulkan kepada panitia untuk menambah tenaga medis lantaran hadir hanya sebulan sekali untuk melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Ini Harus Jadi Perhatian Panitia Kongres Masyarakat Adat di Kampung Ifar Besar

Pada kunjungan tersebut Anderson juga menyebut tamu kongres nanti dapat menggunakan air bersih dari air tanah atau sumbu bor yang sedang dikerjakan oleh pemuda kampung.

"Air bersih dari Dinas Kesehatan dan PUPR Kabupaten Jayapura sudah siapkan," ujarnya kepada Tribun-Papua.com di Kampung Homfolo,  Distrik Ebungfauw, Selasa (16/8/2022).

Ia menyampaikan pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI di Kabupaten Jayapura sekaligus dapat mengangkat dan melestarikan budaya didaerahnya.

Pada momentum tersebut Ia meyakinkan panitia bahwa sebagai lokasi sarasehan konsumsi peserta akan dikelola oleh pihak perempuan.

"Soal fasilitas lain misalnya penerangan, listrik di kampung sudah menyala hingga 24 jam dan ada 12 perahu motor yang siap jadi trasnportasi," tutupnya.

Kampung Homfolo adalah salah satu kampung di Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, jadi salah satu lokasi sarasehan, peserta akan menaiki motor tempel atau perahu motor yang merupakan alat transportasi di Danau Sentani.

Dari Bandar Udara Sentani membutuhkan waktu selitar 30 menit hingga tiba di Dermaga Yahim, dan sekitar 15 menit kemudian menyebrangi Danau Sentani menuju Kampung Homfolo. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved