Diabadikan di Uang Ketas Baru Pecahan Rp 10 Ribu, Ini Sosok Pahlawan Asal Papua Frans Kaisiepo

Wajah pahlawan nasional asal Tanah Papua, Frans Kaisiepo diabadikan dalam uang rupiah kertas baru tahun emisi 2022 yang diluncurkan Bank Indonesia.

Bi.go.id
Gambar uang kertas terbaru tahun emisi 2022 pecahan Rp 10.000 - Wajah pahlawan nasional asal Tanah Papua, Frans Kaisiepo diabadikan dalam uang rupiah kertas baru tahun emisi 2022 yang diluncurkan Bank Indonesia. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pemerintah bersama Bank Indonesia merilis tujuh pecahan uang kertas rupiah baru tahun emisi 2022 di Jakarta, Kamis (18/8/2021).

Uang kertas yang baru diluncurkan pun menampilkan gambar utama pahlawan pada bagian depan, satu di antaranya adalah pahlawan nasional Frans Kaisiepo.

Wajah Frans Kaisiepo diabadikan dalam uang pecahan Rp 10.000.

Frans Kaisiepo merupakan pahlawan nasional asal Papua.

Gambar uang kertas terbaru tahun emisi 2022 pecahan Rp10.000
Gambar uang kertas terbaru tahun emisi 2022 pecahan Rp10.000 (Bi.go.id)

Baca juga: Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2022, Cara Bank Indonesia Edarkan Uang di Daerah 3T

Frans Kaisiepo lahir di Wardo, Biak, 10 Oktober 1921. Frans Kaisiepo dikenal juga sebagai Gubernur Irian Barat pada 1964 hingga 1973.

Sejak muda, Kaisiepo sudah dikenal sebagai aktivis gerakan kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Papua.

Kaisiepo menjadi tokoh penting dalam pergerakan anti Belanda waktu itu.

Bersama rekan-rekannya, ia berjuang untuk menyatukan wilayah Papua ke pangkuan Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Bank Indonesia Catat Ada Aliran Modal Asing Masuk ke Pasar Keuangan Domestik, Angkanya Fantastis

pada masa perjuangan tiga hari menjelang Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Frans Kaisiepo dan beberapa rekannya mendengarkan lagu Indonesia Raya di Kampung Harapan Jayapura pada 14 Agustus 1945.

Beberapa hari sesudah proklamasi tepatnya, 31 Agustus 1945, Kaisiepo dan rekan-rekan perjuangan melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia.

Pada 10 Juli 1946, Frans Kaisiepo yang juga pahlawan Trikora membentuk Partai Indonesia Merdeka.

Pada bulan yang sama mengikuti Konferensi Malino di Sulawesi Selatan sebagai salah satu delegasi Indonesia.

Ia tercatat sebagai satu-satunya putra Papua yang hadir diperundingan yang penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Bank Indonesia Prediksi Ekonomi Papua Tumbuh 8 hingga 9 Persen Tahun Ini

Pada konferensi Malino, Frans Kaisiepo mengusulkan nama Irian sebagai pengganti nama Papua. Irian berasal dari bahasa Biak yang berati semangat persatuan masyarakat agar tidak mudah takluk di tangan Belanda.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved