Semarak HUT Ke 77 RI di Papua

Semarak 17 Agustus, Jean Mayer Preschool Perkenalkan Keragaman Budaya Nusantara kepada 35 Murid

Bertemakan Nusantara, para peserta didik diajak untuk mempelajari keanekaragaman suku dan budaya di Indonesia.

Tribun-Papua.com/Patricia Bonyadone
NUSANTARA - Sejumlah murid Jean Mayer Preschool Entrop antusias mengikuti peringatan HUT ke 77 RI di Kota Jayapura, Papua.. Mereka menggunakan baju adat dari berbagai daerah di Indonesia. Pengenalan keberagaman Nusantara sejak dini. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-77 kemerdekaan Indonesia, Jean Mayer Preschool Entrop merayakan peringatan 17 Agustus dengan menggunakan nasional kostum (nakost).

Bertemakan Nusantara, para peserta didik diajak untuk mempelajari keanekaragaman suku dan budaya di Indonesia.

Ketua Pelaksana Perlombaan HUT RI Jean Mayer Preschool Entrop, Dielmay Grace (23) mengatakan, kegiatan ini sangat positif dan menambah wawasan anak.

"Kami di sekolah menangani 35 siswa dengan rentang usia dua hingga enam tahun. Sehingga tepat, bila Nusantara kami angkat sebagai tema tahun ini," katanya kepada Tribun-Papua.com, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Lukas Enembe: Mari Isi Kemerdekaan dengan Menjaga Persatuan dan Kesatuan

Ia juga mejelaskan, ada empat daerah yang diambil yakni Jawa, Papua, Sulawesi dan Sumatera.

"Karena kami punya empat kelas, jadi dibagi mulai dari Little Bee Pulau Jawa, Busy Bee Papua, Bumble Bee dari Sulawesi dan Bee Explorer Pulau Sumatera," tuturnya di Jalan Raya Kelapa Dua No 16 Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Selain itu, Grace sapaan akrabnya mengungkapkan, ada rangkaian perlombaan yang sudah dilakukan sejak Juli lalu.

"Sejak awal masuk sekolah dilakukan kompetisi first day of school photo session, sembari memperkenalkan lingkungan sekolah," ujarnya.

Tak hanya itu, perlombaan berupa parade nakost juga dilakukan oleh para peserta didik.

Baca juga: Pasukan Berkebaya Pertiwi Indonesia Hingga Magis Lagu E Mambo Simbo Meriahkan HUT RI

"Fashion show atau memperagakan dan menampilkan perfom, lalu akan dinilai oleh juri," ucap perempuan asal Tanah Toraja, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, dari informasi yang diperoleh Tribun-Papua.com, orangtua murid juga diikutsertakan dalam perlombaan.

"Jadi tidak hanya anak-anak, melainkan orangtua mereka juga akan bermain seperti lomba makan kerupuk serta balap kelereng," ungkapnya. 

Dengan harapan, mampu mempererat komunikasi antar sesama orangtua dan anak.

"Kegiatan ini semoga bisa tetap dilaksanakan tahun depan, mengingat anak-anak sudah lama tidak bersekolah secara langsung," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved