Info Merauke

Tujuh Bahasa Daerah di Papua Direvitalisasi, Ada Bahasa Marind dari Merauke 

Sebelumnya, gerakan revitalisasi bahasa daerah diuji coba pada 3 provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan 2021.

Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Ilustrasi: Jenderal Andika Perkasa bersama istri Hetty Andika Perkasa disambut tarian Yosim Pancar setibanya di Merauke, Papua, Rabu (22/12/2021). Tujuh bahasa daerah di Papua direvitalisasi oleh pemerintah tahun ini. Revitalisasi ini melalui Balai Bahasa Provinsi Papua Badan Pengembangan dan Pembinaan Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.   

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Tujuh bahasa daerah di Papua direvitalisasi oleh pemerintah tahun ini.

Revitalisasi ini melalui Balai Bahasa Provinsi Papua Badan Pengembangan dan Pembinaan Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.  

Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua Muhammad Muis mengatakan, Mendikbud telah mengintruksikan gerakan nasional bertajuk revitalisasi bahasa daerah pada Juni 2022.

Sebelumnya, gerakan revitalisasi bahasa daerah diuji coba pada 3 provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan pada 2021.

"Tahun ini, 12 provinsi mengadakan revitalisasi 38 bahasa daerah. Salah satunya Papua merevitalisasi 7 bahasa daerah," ungkap Muhammad Muis pada pembukaan pelatihan guru utama revitalisasi bahasa daerah Marind untuk tunas bahasa ibu di Merauke, Kamis (18/8/2022) sore.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua Muhammad Muis
Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua Muhammad Muis bersama Wakil Bupati Merauke H Riduwan pose bersama peserta pelatihan guru utama revitalisasi bahasa daerah Marind untuk tunas bahasa ibu di Swiss-belHotel Merauke, Papua, Kamis (18/8/2022) sore.

Tujuh bahasa daerah di tanah Papua yang direvitalisasi antara lain, bahasa Tobati di Kota Jayapura, bahasa Sentani di Kabupaten Jayapura.

Kemudian bahasa Biyekwok, bahasa Sobey di Keerom, bahasa Imbuti (Marind) di Merauke, bahasa Biak di Biak dan bahasa Kamoro di Mimika. 

Muis mengakui, Badan Pengembangan dan Pembinaan telah memperjuangkan bahasa daerah agar tidak punah.  Bahkan, pemerintah memberikan prioritas kepada Papua

"Kami sangat bersyukur Papua mendapat kekhususan. Karena tanah Papua meliputi Papua dan Papua Barat terdapat 428 bahasa daerah. 7 bahasa daerahnya tahun ini mulai direvitalisasi," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved