Info Merauke

Agustinus Mahuze: Pelestarian Bahasa Daerah Papua di Merauke Butuh Perhatian Bersama

Pelestarian seluruh bahasa daerah Papua di Merauke harus mendapat perhatian semua pihak untuk menghindari ancaman kepunahan.

Penulis: Hidayatillah | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Putera asli Papua suku Marind yang juga pegiat dokumentasi bahasa daerah Kabupaten Merauke, Agustinus Mahuze. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Sebagian bahasa daerah Papua di Kabupaten Merauke mulai terancam punah.

Putera asli Papua suku Marind yang juga pegiat dokumentasi bahasa daerah Kabupaten Merauke, Agustinus Mahuze menjadi saksi ancaman kepunahan bahasa daerah suku-suku asli Merauke.

"Menurut saya, (bahasa daerah terancam punah, red) ini beban besar yang harus kita fikirkan bersama-sama," kata Agustinus Mahuze kepada Tribun-Papua.com, Senin (22/8/2022).

Baca juga: GAWAT! Bahasa Daerah Papua di Merauke Ini Terancam Punah

Dia menjelaskan, sejak 2011 telah melakukan penelitian dan mendokumentasikan kondisi hingga bahasa daerah 3 suku asli Merauke yaitu Marori, Kanum dan Yeinan.

Berawal 2011-2015 meneliti dan mendokumentasikan bahasa Marori di Kampung Wasur, Kabupaten Merauke. Hasilnya pun miris, para penutur bahasa Marori tinggal segelintir orang.

 

 

"Jumlah penutur bahasa Marori saat ini hanya berjumlah 12 orang yang secara aktif menggunakan bahasa tersebut," ungkapnya.

Tak sampai disitu, Agustinus Mahuze kembali melakukan penelitian dan mendokumentasikan bahasa suku Kanum pada 2016 - 2017.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved