Kongres Masyarakat Adat

Panitia Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI Gelar Koordinasi Bersama Media di Jayapura

Ketua Panitia Lokal KMAN, Timothius J Demetouw mengatakan, kongres tersebut akan digelar pada 24 hingga 30 Oktober 2022.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Suasana rapat koordinasi pimpinan media terkait publikasi berlangsungnya Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI di Kabupaten Jayapura pada 24-30 Oktober 2022. 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Perwakilan Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nasional, panitia lokal, dan pimpinan media di Jayapura melakukan koordinasi penguatan publikasi pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI, di Sentani, pada Minggu (21/8/2022).

Ketua Panitia Lokal, Timothius J Demetouw sekaligus Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, mengatakan, kongres tersebut akan digelar pada 24 hingga 30 Oktober 2022.

Baca juga: Rumah Baca Yoboi Jadi Satu di Antara Rumah Inap Tamu Kongres Masyarakat Adat Nusantara

Pihaknya mendukung publikasi pelaksanaan hingga penutupan Kongres Masyarakat Adat yang dilaksanakan di Distrik Sentani Timur, Ebungfaauw, Waibu, dan Sentani agar diketahui secara luas dan ter-update. 

Nantinya, peserta yang pasti hadir dalam KMAN yaitu masyarakat adat dari Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan, Papua dan Papua Barat. 

"Ada 10 titik di Kabupaten Jayapura dan dua titik di Kota Jayapura, sasaran dimana peserta akan lakukan sarasehan. Penyebaran peserta ada di 10 titik tersebut, media harus publikasi lokasi dan tempat," ujarnya di Ruang Rapat Kantor Bupati Jayapura, Distrik Sentani Kota, Senin (22/8/2022). 

Sementara, publikasi terkait kongres, tempat tinggal, dan lokasi sarasehan secara teknis media akan diatur bersama oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jayapura, panitia nasional dan lokal.

Pimpinan Redaksi Cenderawasih Pos, Lukcy Ireuw hadir pada kesempatan itu menjelaskan, media akan tetap mendukung  kerja sama mulai dari persiapan hingga penutupan KMAN. 

Hanya, diperlukan media center untuk mengakses informasi, fasilitas administrasi, transportasi, dan ID Card wartawan menjadi prioritas untuk produksi berita. 

Menurutnya, perlu melibatkan wartawan di Kota dan Kabupaten Jayapura dalam meliput KMAN yang akan dibuka Presiden Joko Widodo nantinya.

Selain itu, Memorandum of Understanding (MoU) antara panitia dan media  harus jelas. 

Sementara itu, Content Manager  Tribun-Papua.com, Muhammad Choiruman menyampaikan pemberitaan Kongres Masyarakat Adat telah dimulai Tribun Network sejak awal Mei 2022.

"Berita topik dan nama, diinformasikan ada tiga kali perubahan, AMAN, KMAN VI, Kongres Masyarakat Adat, tentu ini berdampak terhadap publikasi."

Baca juga: 3 Menteri Ini Sambut Baik Pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat di Jayapura Papua Oktober 2022

"Untuk pemberitaan, kami memberikan ruang untuk talkshow, baik panitia dan tokoh adat, pemerintah akan disiapkan," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Demetouw, menjelaskan harus ada perpaduan media tingkat lokal dan nasional agar tidak saling tumpah tindih dalam penyebaran informasi. 

Untuk mobilisasi wartawan di Danau Sentani dan lokasi Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI, pihaknya telah menyiapkan bidang kerja program di mana media dapat berkoordinasi. (*) 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved