Pemkab Jayapura

Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura Bakal Luncurkan 14 Kampung Bahasa Ibu

Dalam Kampung Bahasa Ibu, ada kelas Bahasa Ibu yang akan dimasukkan pada peraturan kampung sehingga komunikasinya dimulai dari lingkungan terkecil.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
ILUSTRASI: Satu di antara Kelompok Tari dari Sanggar Hilare di Kampung Ifar Besar, Distrik Sentani yang mengisi acara di Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI. Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura akan mengusung 14 kampung di wilayahnya menjadi Kampung Bahasa Ibu. 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura akan mengusung 14 kampung di wilayahnya menjadi Kampung Bahasa Ibu.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Jhon Tegai usai rapat koordinasi pembentukkan panitia Festival Danau Sentani (FDS) VI, di i Kantor Bupati Jayapura, Distrik Sentani Kota, Rabu (24/8/2022).

Kampung Bahasa Ibu akan diluncurkan pada momentum pembukaan FDS VI.

"Kami akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan, Balai Bahasa, dan Komunitas Bahasa Ibu yang telah terbentuk. Ada 14 kampung bahasa Ibu," katanya kepada Tribun-Papua.com.

Baca juga: Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemerintah Diminta Perhatikan Sekolah Adat di Kabupaten Jayapura

John menjelaskan, dalam Kampung Bahasa Ibu, ada kelas Bahasa Ibu yang akan dimasukkan pada peraturan kampung sehingga komunikasinya dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga.

"Komunikasi seperti ini yang akan dikemas, pada penetapan kampung bahasa Ibu berdasarkan komunitas penutur atau sub suku."

"Seperti di Sentani pendekatannya adalah dari Dewan Adat Suku (DAS) Ralibu, Nolobu, dan Waibu. Kami dorong juga kampung wisata,"ujarnya.

Di Kampung Bahasa Ibu, kata Jhon, ada komunitas literasi, kursus dan kelas Bahasa Ibu.

Selain itu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga terlibat dengan menjual buku panduan dan kosa kata. 

"Nanti agenda di Kalkhote tetap jalan hingga kolaborasi untuk FDS tetap jalan. Jadi hari ini kami tetapkan panitia dan akan direvisi lagi pada rapat berikutnya," jelasnya.

Baca juga: Tujuh Bahasa Daerah di Papua Direvitalisasi, Ada Bahasa Marind dari Merauke 

Sementara itu, untuk agenda Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI, pihaknya masih menunggu susunan acara.

Sekadar informasi, pelaksanaan KMAN VI di Kabupaten Jayapura pada 24-30 Oktober 2022.

Upacara pembukaan akan berlangsung di Stadion Barnabas Youwe (SBY), setelah defile budaya atau parade budaya dengan berjalan kaki dari Lapangan Theis Eluay di depan Bandar Udara Sentani ke SBY. (*) 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved