Info Merauke

Pemprov Papua Minta Dubes RI Telusuri Keberadaan Dua Kapal Nelayan yang Ditahan Tentara PNG 

Dua kapal ikan Indonesia itu adalah KMN Arsila 77 dan KMN Baraka Paris yang masuk diperairan Pulau Turi, PNG. Seorang masinis tewas ditembak. Perang?

Tribun-Papua.com/Istimewa
Pemerintah dan Badan Pengelolaan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua menggelar rapat internal di Kantor Wakil Bupati Merauke, Rabu (24/8/2022). Ini menyusul dua kapal nelayan Merauke ditahan tentara PNG sejak Senin (22/8/2022). Masinis Kapal Calvin 02 tewas ditembak tentara PNG. 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Pemerintah Provinsi Papua meminta Kedutaan Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) di Port Moresby dan Konsulat RI di Vanimo, Papua Nugini (PNG) untuk menelusuri keberadaan dua kapal nelayan asal Kabupaten Merauke yang ditangkap kapal patroli PNG sejak Senin (22/8/2022).

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzana Wanggai di Merauke, Rabu (24/8/2022).

Diketahui, dua kapal ikan Indonesia itu adalah KMN Arsila 77 dan KMN Baraka Paris yang masuk diperairan Pulau Turi, PNG.

Baca juga: Nakhoda Kapal Asal Merauke Ditembak di Perairan Australia, Pelaku Diduga Tentara Perbatasan PNG

"Kita serahkan sepenuhnya kepada perwakilan pemerintah RI di Papua Nugini dalam hal ini Dubes RI di Port Moresby dan Konsulat RI di Vanimo untuk terus komunikasi intens dengan otoritas terkait di PNG," ujar Suzana.

Dikatakan, Dubes RI di Port Moresby bersama Konsulat RI di Vanimo PNG terus menelusuri kapal-kapal nelayan yang ditahan oleh kapal patroli PNG.

Melalui koordinasi secara kontinyu dengan otoritas terkait di Papua Nugini.

"Jadi, sampai saat ini kita masih menunggu keberadaan dua kapal itu yang paling penting," tegasnya. 

Dia mengakui, hingga sekarang keberadaan kapal nelayan tersebut belum diketahui.

Karenanya, melalui rapat bersama antara Pemprov Papua dengan Pemerintah Kabupaten Merauke dan stakehokder terkait yang dipimpin Sekda Papua Muhammad Ridwan Rumasukun, telah menyerahkan sepenuhnya pencarian dua kapal nelayan kepada Dubes dan Konsulat RI di PNG. 

"Kita sama-sama berdoa ya, semoga ada konfirmasi dan kejelasan dari pemerintah Papua Nugini," ungkap Suzana Wanggai.

Baca juga: Dua Kapal Nelayan Indonesia Masih Ditahan Kapal Patroli PNG

Terlebih, penahanan dua kapal nelayan Merauke oleh kapal patroli PNG itu bersamaan insiden penembakan KMN Calvin 02 di perairan pulau Turi, Papua Nugini (PNG) hingga menyebabkan nakhoda meninggal dunia. 

Pantauan Tribun-Papua.com, turut hadir dalam rapat pemprov Papua dan Pemkab Merauke antara lain, Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan.

Kemudian, Korem 174/Anim Ti Waninggap (ATW) Merauke, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lantamal) XI, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Merauke, dan sejumlah saksi penembakan kapal nelayan. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved