Pemkab Jayapura

Festival Danau Sentani Digelar pada Oktober di Kalkhote, Kadispar Jayapura Siapkan Hal Ini

Penyelenggaraannya bersamaan dengan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI dan HUT Kebangkitan Masyarakat Adat ke-9 pada 24-30 Oktober.

KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES
Festival Danau Sentani 2016 yang digelar di Kabupaten Jayapura, Papua, 19-23 Juni 2016. 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Jhon Tegai menyatakan Festival Danau Sentani (FDS) VI akan digelar di Dermaga Kalkhote, Distrik Sentani Timur, Papua.

Festival Danau Sentani sebagai perayaan budaya di Kabupaten Jayapura akan berlangsung pada 25 Oktober 2022.

Penyelenggaraannya bersamaan dengan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI dan HUT Kebangkitan Masyarakat Adat ke-9 pada 24-30 Oktober.

Baca juga: Wisata Papua: Indahnya Bukit Teletubbies di Dekat Danau Sentani

Jhon Tegai pada rapat pembentukkan panitia FDS VI di Kantor Bupati Jayapura, mengatakan, tidak hanya festival budaya digelar seperti tahun sebelumnya.

Namun ada peluncuran Tour Wisata Danau Sentani, Karisma Event Kenambay, dan Kampung Bahasa Ibu.

"Kita tidak bicara hanya dampak ekonomi, usaha, nilai uang yang beredar di Kabupaten Jayapura. Kami ingin memanfaatkan moment ini untuk output yang dihasilkan," katanya kepada Tribun-Papua.com, Rabu (24/8/2022).

Dalam peluncuran  Tour Wisata Danau Sentani, lanjutnya, akan ada satu armada besar dan tiga armada kecil.

Kemudian Karisma Event Kenambay yaitu kalender kegiatan setahun.

Kalender kegiatan tahunan ini akan dikemas dalam satu tahun anggaran, dari Januari hingga Desember.

Penjadwalan pada kalender tersebut yaitu empat festival besar yang dilaksanakan.

Pertama, FDS sebagai festival yang selama ini dilakukan, Festival Tanah Merah, Siklop, dan Grime Nawa.

Empat festival itu akan di digelar selama satu tahun penuh, berpatokan di Juni 2023.

Namun pihaknya juga mengupayakan dengan agenda kegiatan lainnya.

Baca juga: Festival Danau Sentani dan KMAN jadi Ajang Kebangkitan Masyarakat Adat

"Agenda ini telah ditetapkan kami harap tidak ada iven lain. Kalau pun ada ide baru akan di verifikasi, baik itu festival, pentas seni budaya dan pesta seni budaya," ujarnya. (*) 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved