Info Merauke

Kecelakaan Maut, Anggota Polisi di Merauke Meninggal Dunia: Prajurit TNI Patah Tulang

Tabrakan antarsepeda motor itu melibatkan anggota polisi dan prajurit TNI. Anggota polisi yang meinggal itu berinisial K (20), lulusan Bintara Polri

ist
ilustrasi kecelakaan maut merenggut nyata seorang polisi di Merauke. Tabrakan sepeda motor melibatkan anggota Polri dan TNI. 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Seorang anggota polisi tewas dalam insiden kecelakaan sepeda motor di Jalan Noari, Kelurahan Karang Indah, Kabupaten Merauke, Papua.

Tabrakan antarsepeda motor itu melibatkan anggota polisi dan prajurit TNI.

Anggota polisi yang meinggal itu berinisial K (20), lulusan Bintara Polri satu tahun lalu. 

Baca juga: Sertu Muhammad Alkausar Kecelakaan hingga Patah Tulang sebelum Tikam Karumkit LB Moerdani Merauke

Kasat Lantas Polres Merauke, AKP Dian Novita Pietersz mengatakan, insiden kecelakaan terjadi pada Selasa (23/8/2022) dini hari. 

Motor Ninja modifikasi yang dikendarai anggota TNI inisial S (26) datang dari arah berlawanan antara kendaraan RX King yang dikendarai K.

"Selasa dini hari telah terjadi kecelakaan antara roda dua dan roda dua yang mengakibatkan meninggal dunia inisial K seorang angota Polri," kata AKP Dian Novita Pietersz kepada sejumlah wartawan termasuk Tribun-Papua.com, Rabu (24/8/2022).

Dia menuturkan, anggota Polri tersebut sempat dibawa ke rumah sakit namun sudah dalam kondisi kritis hingga akhirnya meninggal dunia.

Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan seorang korban anggota TNI inisial S mengalami luka parah hingga patah tulang tangan. 

"Korban anggota TNI saat ini masih menjalani pengobatan di Rumah Sakit TNI Angkatan Laut," jelasnya.

Menurut AKP Dian, kasus tersebut masih lidik.

Namun info awal tabrakan karena kedua kendaraan dari arah yang berlawanan.  

Baca juga: Pesawat Susi Air Rute Timika-Duma Alami Kecelakaan, Pilot dan Penumpang Selamat

"K dari arah Noari menuju kota Merauke (Jalan Raya Mandala, red), sedangkan S dari arah kota ke Noari. Diduga kecepatan tinggi, info awal," tutur Kasat Lantas.

Dia mengungkapkan, Satlantas kini masih mengumpulkan saksi sebanyak-banyaknya untuk mempertajam situasi kecelakaan saat insiden. 

"Belum kita tingkatkan statusnya karena masih lidik. Kita cari saksi-saksi dan bukti-bukti," lugas AKP Dian Novita.

Ditanya apakah disebabkan pengemudi usai minum minuman keras (miras)? Kasat Lantas menjelaskan, dokter yang bisa menentukan apakah pengaruh miras atau tidak. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved