Info Merauke

Ini Syarat Naik Kapal Pelni di Merauke Papua, Calon Penumpang Harus Tahu: Silakan Cek

Bagi penumpang usia di atas 18 tahun yang masih melakukan vaksin pertama dan kedua, harus membawa surat hasil rapid test antigen 1 x 24 jam.

Dok_Pelni
ILUSTRASI - KM Ciremai, kapal milik PT Pelni saat berlabuh di pelabuhan di timur Indonesia. Anda yang ingin melakukan perjalanan laut menggunakan kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) harus memperhatikan syarat-syaratnya, baik ke luar maupun masuk Kabupaten Merauke, Papua.   

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Anda yang ingin melakukan perjalanan laut menggunakan kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) harus memperhatikan syarat-syaratnya, baik ke luar maupun masuk Kabupaten Merauke, Papua.  

Kepala PT Pelni (Persero) Cabang Merauke, I Komang Budiswastawan mengatakan, syarat perjalanan menggunakan kapal Pelni pada Agustus - September 2022 disesuaiakan dengan surat edaran terbaru dari pemerintah.

Adapun kapal penumpang Pelni perjalanan dalam negeri meliputi KM Tatamailau, KM Leuser, dan KM Sirimau.

Baca juga: Calon Penumpang Harus Tahu, Inilah Syarat Naik Kapal Pelni di Timika Papua

"Kalau (penumpang kapal, red) umurnya diatas 18 tahun dan sudah vaksin tiga kali itu tidak diwajibkan untuk menggunakan antigen atau PCR," kata I Komang kepada Tribun-Papua.com, di ruang kerjanya, Jumat (26/8/2022).  

Bagi penumpang usia di atas 18 tahun yang masih melakukan vaksin pertama dan kedua, harus membawa surat hasil rapid test antigen 1 x 24 jam.

"Atau juga bisa menunjukkan hasil PCR 3 x 24 jam. Kalau memang belum bisa vaksin karena alasan medis, harus menyertakan surat keterangan dari dokter atau rumah sakit," jelasnya.

Kemudian, penumpang kapal berumur 6 tahun sampai 17 tahun, apalabila sudah vaksin dua kali maka dibebaskan dari syarat menggunakan antigen. 

Sedangkan penumpang kapal umur di bawah 6 tahun, dibebaskan dari syarat vaksin ataupun rapid antigen.

"Namun harus didampingi dengan  pendamping yang sudah memenuhi syarat-syarat di atas," ujar I Komang.

Pria berdarah Bali ini menegaskan, setiap penumpang kapal yang belum vaksin ketiga diarahkan untuk booster.

Berkaca pada kasus, ketika disuruh antigen, ada penumpang yang merasa keberatan karena menambah biaya rapid antigen.

Baca juga: Orang Asli Papua Dipekerjakan Pelni Merauke dalam Program Padat Karya Pembersihan Kapal

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk jauh-jauh hari sebelumnya yang merencanakan perjalanan, kalau belum vaksin tiga kali segera untuk memperoleh vaksin ketiga di fasilitas kesehatan yang menyediakan. Supaya terbebas dari kewajiban rapid antigen," pesannya.

Adapun setiap pembelian tiket kapal, calon penumpang kapal harus menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dahulu.

Kemudian dicek NIK-nya, apakah memang benar booster atau belum. 

"Persyaratan ini berlaku hingga nanti ketika ada perubahan kebijakan dari pemerintah pusat maupun daerah. Kami tinggal mengikuti syarat perjalanan untuk menggunakan kapal kita," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved