Nasional

Dua Anak Presiden Jokowi Diseret ke KPK, Nurul Ghufron Ungkap Perkembangannya

Nurul Ghufron ungkap perkembangan laporan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dan pencucian uang yang menyeret dua anak Presiden Jokowi.

instagram/jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Diketahui, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron ungkap perkembangan laporan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dan pencucian uang yang menyeret dua anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron ungkap perkembangan laporan dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dan pencucian uang yang menyeret dua anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.

Kata Ghufron, laporan tersebut masih sumir, di mana belum ditemukannya fakta adanya dugaan tindak pidana korupsi.

"Sejauh ini indikasi tindak pidana korupsi yang dilaporkan masih sumir, tidak jelas. Pelapor belum mempunyai informasi uraian fakta dugaan tindak pidana korupsi dan atau TPPU," ucap Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Staf Khusus Presiden Jokowi Kagum Melihat Potensi Anak-anak di Mambruk Models Mimika

Ghufron mengakui, pihaknya menerima laporan terhadap Gibran dan Kaesang pada 10 Januari 2022 lalu.

Pelaporan itu terkait dugaan relasi bisnis, yang diduga terdapat praktik KKN.

Ia mengatakan, sudah melakukan permintaan keterangan terhadap pelapor, dalam hal ini Ubedilah Badrun.

Pendalaman terhadap Ubedilah dilakukan KPK pada 26 Januari 2022.

Baca juga: Jokowi Geram, Menteri ATR/BPN Ini Diteriaki: Jangan Main-main Urusan Sertifikat Tanah, Sikat Mafia

Berdasarkan informasi yang diperoleh KPK, kata Ghufron, tuduhan terhadap Gibran dan Kaesang terjadi saat mereka belum menjadi penyelenggara negara.

Saat ini, memang Gibran merupakan penyelenggara negara yang menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.

"Yang dilaporkan saat itu bukan penyelenggara negara," kata Ghufron.

Laporan itu sebelumnya dilakukan oleh dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun ke KPK.

Ubedilah Badrun diketahui melaporkan Gibran dan Kaesang terkait dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan.

"Laporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak Presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan," ucap Ubedilah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (10/1/2022).

Baca juga: Jokowi Sebut Sosok Pemimpin Indonesia di Masa Depan Harus Berpihak ke Rakyat

Laporan ini, ujar Ubedilah, berawal dari tahun 2015 ketika ada perusahaan besar bernama PT SM yang sudah menjadi tersangka pembakaran hutan dan dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dengan nilai Rp7,9 triliun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved