Kongres Masyarakat Adat

Tiada Kepentingan Politik di Kongres Masyarakat Adat, Bupati Jayapura Beber Alasan Penunjukan Papua

Kongres ini akan digelar di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura pada 24 hingga 30 Oktober 2022. Tidak ada kepentingan politik.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw baru saja mendapatkan SK kodefikasi 14 kampung adat, Jumat (19/8/2022). Dalam sambutannya, ia menceritakan perjuangan panjang meraih pengakuan masyarakat adat dari NKRI. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menegaskan tidak ada kepentingan politik seiring pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) di Papua, Sabtu (27/8/2022).

Diketahui, kongres ini akan digelar di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura pada 24 hingga 30 Oktober 2022.

"Kongres adat ini harus terus disuarakan agar masyarakat dapat mengerti, jangan sampai ada informasi yang simpang siur bahwa kegiatan ini adalah kepentingan politik dan lain sebagainya," kata Bupati Mathius Awoitauw kepada Tribun-Papua.com, di Sentani.

Baca juga: Tamu Kongres Masyarakat Adat Nusantara Bakal Disambut Tarian Tradisional Papua

Mathius Awoitauw yang juga Ketua Panitia Umum KMAN VI, membeberkan alasan kenapa KMAN VI digelar di wilayah adat Tabi.

Dikatakan, penunjukan tuan rumah KMAN VI sesuai hasil keputusan Panitia Nasional Kongres Masyarakat Adat di Medan, Sumatera Utara, 5 tahun lalu.

Pada 2017, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menunjuk Papua sebagai lokasi pelaksanaan kongres VI.

"Jadi wilayah adat Tabi, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua jadi tuan rumah karena telah sudah diputuskan panitia sejak 5 tahun lalu di Medan. Maka iven ini tidak ada hubunganya dengan politik," jelas Bupati Jayapura dua periode itu.

Adapun Kongres Masyarakat Adat Nusantara kali ini mengusung tema "Bersatu pulihkan kedaulatan masyarakat adat untuk menjaga identitas kebangsaan Indonesia yang beragam dan tangguh menghadapi krisis".

Nantinya, KMAN VI akan disemarakkan dengan berbagai side event atau iven sampingan.

Baca juga: Dua Kampung Adat di Kota Jayapura Siapkan Kerajinan Khas Papua saat Kongres Masyarakat Adat

Antaralain Festival Danau Sentani (FDS) dan iven 9 tahun kebangkitan masyarakat adat Kabupaten Jayapura

Hajatan masyarakat adat terbesar ini bakal dihadiri oleh ribuan komunitas adat dari seluruh nusantara.

Mereka akan membahas tentang hak-hak masyarakat adat di Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved