Info Merauke

Karantina Pertanian Merauke Fasilitasi Ekspor Kayu Veneer ke Pasar Malaysia

Tercatat sebanyak 7.391,43 m3 kayu veneer Merauke yang diekspor ke pasar Malaysia dengan nilai Rp 55,89 miliar.

Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Kayu Veneer yang diekspor ke pasar Malaysia telah melalui serangkaian tindakan karantina di Kabupaten Merauke, Papua, Indonesia. 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Berdasarkan data Iqfast 2022, Karantina Pertanian Merauke sudah memfasilitasi 6 kali ekspor kayu veneer asal Kabupaten Merauke, Papua, Indonesia ke negeri jiran Malaysia

Tercatat sebanyak 7.391,43 m3 kayu veneer Merauke yang diekspor ke pasar Malaysia dengan nilai Rp 55,89 miliar.

Demikian disampaikan Pejabat Karantina Pertanian Merauke, Gustaf, kepada Tribun-Papua.com, Senin (29/8/2022).

Dia menjelaskan, kayu veneer yang diekspor telah melalui serangkaian tindakan karantina. 

Salah satunya, PT Tulen Jayamas Timber Industries sebagai perusahaan eksportir Merauke yang akan mengirimkan produk olahan kayu sejumlah 2.414 Crate ke Malaysia menggunakan kapal TB Danum 66 / TK Linau 10.

Baca juga: 4 Warga Adat di Jayapura Dianiaya saat Patroli Hutan, Pelaku Diduga Mafia Kayu

"Merujuk pada International Standards for Phytosanitary Measures Nomor 15 (ISPM #15) tentang pedoman yang mengatur perlakuan Wood Packaging Material (WPM), kami lakukan pemeriksaan terhadap perlakuan yang sudah dilakukan oleh PT Tulen Jayamas Timber Industries," tutur Gustaf.

Dia mengungkapkan, PT Tulen Jayamas Timber Industries bekerjasama dengan perusahan PT AW Technology yang melaksanakan perlakuan.

Upaya pencegahan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) juga dilakukan menggunakan metode Heat Treatment (HT) yang diberikan pada kemasan kayu. 

"Kami pastikan perlakuan yang dilakukan oleh pihak ketiga sebagai pelaksana telah melaksanakan sesuai dengan SOP dan memastikan kadar air yang ada pada kemasan kayu harus dibawah 20 persen," tegasnya.

Gustaf mengatakan, kayu Veener adalah lembaran kayu dengan ketebalan 0,24 mm hingga 3 mm yang didapat melalui proses pengupasan dari berbagai jenis kayu.

Kayu veneer kerap menjadi pilihan sebagai material finishing dalam berbagai produk.

Baca juga: Kisah Serra Esterlin Ohee, Lestarikan Seni Lukis Kulit Kayu Sentani dan Jadi Pengusaha Muda Papua

"Kayu veener merupakan material mentah yang alami, telah melewati proses pengolahan dan hasil akhirnya dapat menciptakan berbagai jenis kebutuhan sesuai dengan peruntukannya," jelas Gustaf

Terpisah, Kepala Karantina Pertanian Merauke, Cahyono menuturkan, fasilitasi ekspor kayu veneer adalah salah satu bentuk dukungan kegiatan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) dari wilayah Papua Selatan.

"Kami terus berupaya untuk mendorong kegiatan ekspor baik segi ragam, jumlah, ragam frekuensi dan negara tujuan." tandas Cahyono. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved