Kunker Presiden Jokowi di Papua

Respons Kunjungan Presiden Jokowi Belasan Kali di Papua, Yulianus Dwaa: Rakyat Nduga Masih Menangis

Yulianus Dwaa menyoroti betul pidato kenegaraan Presiden Jokowi, dalam sidang tahunan dengan DPR dan MPR RI pada 16 Agustus 2022 lalu.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
Merespons intensnya kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Papua, Ketua Aliansi Papua Peduli Damai (Papeda) Yulianus Dwaa menyebutkan rakyat Nduga masih menangis hingga kini akibat konflik tak berkesudahan. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Merespon intensnya kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Papua, Ketua Aliansi Papua Peduli Damai (Papeda) Yulianus Dwaa menyebutkan rakyat Nduga masih menangis hingga kini akibat konflik tak berkesudahan.

Dalam rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com Selasa (30/8/2022), Yulianus menyoroti betul pidato kenegaraan Presiden Jokowi, dalam sidang tahunan dengan DPR dan MPR RI pada 16 Agustus 2022 lalu.

"Saya menilai pidato tersebut, sebagai pesan serius dan komitmen kuat Bapak Presiden, dalam menunaikan janji politik serta janji kemanusian kepada warga negara yang menjadi korban pelanggaran HAM masa lalu," jelasnya di dalam rilis.

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Murka, Minta Prajurit Terlibat Kasus Mutilasi di Timika Papua Ditindak Tegas

Namun Yulianus melanjutkan, belum genap sebulan sejak pidato kenegaraan itu disampaikan Presiden Jokowi, telah terjadi kembali tragedi kemanusiaan yang merenggut 4 nyawa rakyat sipil di Nduga, Papua.

"Bagi saya, kehadiran Iqbal Gwijangge, putra Nduga yang berhasil menjadi penentu kemenangan Tim Sepak Bola U 16 Indonesia dalam HUT 17 Agustus 2022 merupakan kebanggan sekaligus kesedihan bagi kami rakyat Papua," bebernya.

Sebab menurutnya, beruntung bagi saudara-saudara yang berprestasi dan memperoleh pujian serta perhatian negara, sedangkan saudara yang lainnya nasib mereka sungguh memprihatinkan.

"Dengan adanya tragedi kemanusiaan tersebut akan menimbulkan keraguan dan pesimisme di hati rakyat Nduga, khususnya dan Papua pada umumnya, terhadap janji politik serta kemanusiaan dari Bapak Presiden," tandasnya.

Yulianus menututkan pula, sejak 6 tahun lalu Presiden Jokowi mengunjungi Kabupaten Nduga, daerah yang baginya ialah tangisan dan ketidakberdayaan menjadi potret keseharian yang lumrah ditemui hingga saat ini.

"Ini harus memperoleh atensi khusus Bapak Presiden karena merupakan sebuah anugerah, namun setelah kehadiran Bapak Presiden seakan menjadi hal yang biasa dan tak bernilai," bebernya kembali.

Baca juga: MEMALUKAN, Demi Uang Rp 250 Juta, 6 Oknum TNI dan Warga Sipil Terlibat Kasus Mutilasi di Papua

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved