Oknum TNI Aniaya Warga

Uskup Agung Merauke Kecam Oknum TNI AD yang Diduga Aniaya Warga Edera Mappi Papua

Sebagai Uskup Agung Merauke mengecam dan mengutuk keras oknum-oknum tentara yang melakukan penganiayaan tiga warga

Penulis: Hidayatillah | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
KUTUK PENGANIAYA - Uskup Agung Merauke Mgr Petrus Canisius Mandagi didampingi Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke Pastor Yohanes Kandam saat menggelar konferensi pers di rumah Uskup Agung Merauke, Provinsi Papua terkait dugaan keterlibatan anggota TNI yang melakukan penganiayaan terhadap tiga warga, Kamis (1/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Uskup Agung Merauke, Mgr Petrus Canisius Mandagi mengecam dan mengutuk keras oknum Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dari Yonif 600/Modang yang diduga menganiaya 3 warga Distrik Edera, Kabupaten Mappi, Provinsi Papua, Selasa (30/8/2022) lalu.

Uskup Mandagi Tahbiskan Empat Imam Baru Keuskupan Agung Merauke

Dugaan penganiayaan oleh oknum TNI di Pos Bade Mappi itu menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 2 luka-luka. 

"Sebagai Uskup Agung Merauke mengecam dan mengutuk keras oknum-oknum tentara yang melakukan penganiayaan tiga warga," tegas Uskup Mandagi kepada sejumlah wartawan termasuk Tribun-Papua.com di rumah Uskup Agung Merauke, Kamis (1/9/2022).

"Mereka (oknum TNI AD, red) harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, termasuk hukuman pemecatan sebagai tentara," sambungnya. 

17 Uskup Bersama Dubes Vatikan Hadiri Peresmian Uskup Agung Merauke

Uskup Agung Merauke menjelaskan, penganiayaan terhadap manusia ia kecam dengan keras. Terlebih kejadiaannya di wilayah Papua Selatan.

"Memang 3 orang ini melakukan kesalahan. Namun harus melalui proses hukum dan dilaksanakan bersama polisi. Bukan melalui penganiayaan," ujarnya.

Penganiayaan bertentangan dengan kemanusiaan. Tidak ada agama yang mengizinkan penganiayaan terhadap manusia.  

Dubes Vatikan Bakal Resmikan Mgr Petrus Canisius Mandagi Sebagai Uskup Agung Merauke

"Penganiayaan oleh tentara sudah berulangkali terjadi di Papua. Karena itu, sekali lagi saya katakan, hal ini harus dihentikan. Sebagai penghormatan kita kepada tentara, bukan kita menghormati tentara brutal dan sadis," lugas Uskup Mandagi.

"Mereka harus dihukum pemecatan dan harus diadili sesuai UU karena telah membuat orang meninggal," kata Uskup Agung Merauke.

Ia meminta pimpinan TNI Yonif 600/Modang di Distrik Edera dan pimpinan TNI di Kepi Mappi turut dihukum. 

Pesan Uskup Agung Merauke kepada Wartawan: Jadilah Corong Kebenaran dan Agen Perubahan

Uskup Mandagi akui belum mengetahui kronologinya namun Ia sudah mendengar dan melihat foto-foto korban penganiayaan.

"Saya bukan profokator. Ada foto di saya dan saya melihat. Sebenarnya saya tidak mau terlalu mendetail. Silahkan polisi pergi cari. Tugas saya, kalau ada penganiayaan manusia, saya kecam. Kita punya kaki tangan pastor melihat yang terjadi," pungkasnya. (*) 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved