Pemkab Jayapura

Aktivitas Pendidikan di SMP N 1 Sentani Dimulai Senin, Siswa Diharapkan Semangat Belajar

Siswa dan siswi di sekolah ini diharapkan mendapat kembali kehidupan baru, pasca pemalangan sekolah setahun terakhir.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi saat memantau pembukaan palang sekolah SMP Negeri 1 Sentani, Jumat (2/9/2022) 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi menyatakan aktivitas belajar mengajar di SMP N 1 Sentani akan di mulai pada Senin (5/8/2022).

Siswa dan siswi di sekolah ini diharapkan mendapat kembali kehidupan baru, pasca pemalangan sekolah setahun terakhir.

Masyarakat Adat dari Suku Ondi berinisiatif membuka palang SMP N 1 Sentani pada Jumat (2/8/2022) dini hari.

Pembukaan palang dibarengi dengan pembersihan di lingkungan sekolah.

Baca juga: AKHIRNYA Palang SMP Negeri 1 Sentani Dibuka, Senin Depan Aktivitas Belajar Mengajar Dimulai

"Saya harap para siswa dengan trauma panjang sembilan bulan, mereka bisa hidup dan semangat kembali," ujarnya di depan ruang kelas SMP Negeri 1 Sentani, Distrik Sentani, Jumat (2/9/2022).

Saat ini orangtua, masyarakat adat, dan pemerintah mendorong aktivitas belajar mengajar kembali.

"Soal hukum dan sekolah baru  menjadi urusan pemerintah. Siswa tidak boleh terganggu dan fokus belajar kembali," katanya.

Sekda Hana mengatakan hal tersebut merupakan sebuah komitmen Masyarakat Adat.

"Setelah ada koordinasi bersama bupati agar pagi ini buka. Kepala dinas pendidikan juga sudah bangun komunikasi bangun komunikasi," ujarnya.

Adapun tuntutan tersebut saat ini pemerintah Kabupaten Jayapura sedang berkoordinasi dengan Polda Papua.

Baca juga: Bupati Jayapura Pastikan Persoalan Lahan SMP Negeri 1 Sentani Segera Dituntaskan

"Bersama Kapolda membicarakan hak mereka di sana. Dari pemkab juga sediakan dana tetapi baru saja lakukan perubahan pembahasan anggaran."

"Jadi hari ini kami kawal dan akan ditindak lanjuti oleh Kapolda Papua dan juga TNI-POLRI yang sudah mendorong," jelasnya.

Nantinya, masyarakat adat Suku Ondi dan Yoku diharapkan mendapat haknya atas lokasi tanah tersebut, sesuai aturan adat mereka. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved