Unjuk Rasa

Masyarakat Adat Suku Uria Datangi Kantor Bupati Jayapua Minta Pemkab Tak Cabut Izin PT PNM

Pemerintah Kabupaten Jayapura perlu melakukan mediasi bersama masyarakat Adat Suku Uria dan pihak perusahaan

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
DEMO - Aksi damai Masyarakat Adat Suku Uria, Kampung Nimbontong, Distrik Unurumguay saat berorasi di Kantor Bupati Jayapura meminta Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw tak cabut izin PT Permata Nusa Mandiri, JUmat (2/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Sejumlah masyarakat dari Suku Uria, Kampung Nimbontong, Distrik Unurumguay mendatangi Kantor Bupati Jayapura di Sentani, Jumat (2/9/2022). Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Jayapura tidak mencabut izin PT Permata Nusa Mandiri (PNM).

Perusahaan Sawit di Jayapura Bantah Tuduhan Pembukaan Lahan Baru, Tegaskan Telah Berijin Resmi

Koordinator Aksi, Alexander Tecuari mengatakan, pihaknya juga ingin berinvestasi di PT PNM agar anak-anak bisa sekolah dan bekerja.

Dalam perjalanan pengoperasian perusahaan sawit itu, Pemkab dapat melakukan pengawalan agar tidak terjadi seperti di wilayah Lere dan beberapa daerah lainnya.

"Kami yang punya tanah harus kembalikan hak kami," teriak salah satu demonstran, Alexander Tecuari.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jayapura perlu melakukan mediasi bersama masyarakat Adat Suku Uria dan pihak perusahaan.

Ini Tanggapan Bupati Jayapura terkait Penolakan Perusahaan Sawit di Grime Nawa

"Kalau memang ada kesalahan dapat diubah secara bersama. Biar keluarga kami bisa kerja di perusahaan, " pintanya.

Lahan sekitar 5.400 hektare dari masyarakat Adat Suku Uria, kata Alexander, telah mendapatkan Hak Guna Usaha (HGU).

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Suku (DAS) Uria, menjelaskan bahwa aksi tersebut lantaran ada batas wilayah adat yang telah dilanggar.

"Kelapa sawit yang ada di Nimbontong sedang di palang hingga PT PNM. Dewan adat kami minta agar dari Grime Nawa mengahargai batas antara Wilayah Pembangunan III dan VI. Kami harus duduk di para-para adat," katanya.

TOLAK Perkebunan Sawit, Ini Sikap Masyarakat Adat Lembah Grime Nawa Papua

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved