Harga BBM Resmi Naik

Harga BBM di Papua Naik, Pertamina: Menyesuaikan Keputusan Pemerintah Pusat

Kenaikan harga BBM itu mulai berlaku hari ini, Sabtu (3/9/2022). Naiknya harga BBM berlaku di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Tanah Papua.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Suasana Pengisian BBM di SPBU Premindo Sentani Kota, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (12/5/2022) 

• Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter 

• Harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter 

Wacana kenaikan harga BBM bersubsidi mencuat dalam beberapa waktu terakhir seiring membengkaknya nilai subsidi energi yang mencapai Rp 502 triliun. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, anggaran subsidi dan kompensasi energi akan kembali membengkak sebesar Rp 198 triliun, jika tidak ada kenaikan harga BBM Pertalite dan Solar. 

Ia mengatakan, saat ini anggaran subsidi dan kompensasi energi untuk 2022 dipatok sebesar Rp 502,4 triliun. 

Baca juga: Pertamina Lakukan Penyesuaian Harga BBM Sejak 1 September: Cek di Wilayah Papua dan Maluku

Angka itu sudah membengkak Rp 349,9 triliun dari anggaran semula sebesar Rp 152,1 triliun guna menahan kenaikan harga energi di masyarakat. 

Namun, dengan kondisi berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah dan pelemahan kurs rupiah, diperkirakan anggaran tersebut tidak akan cukup hingga akhir tahun. 

Terlebih, konsumsi Pertalite dan Solar diperkirakan akan melampaui kuota yang ditetapkan. 

"Kami perkirakan subsidi itu harus tambah lagi, bahkan bisa mencapai Rp 198 triliun, menjadi di atas Rp 502,4 triliun. Jadi nambah, kalau kita tidak menaikkan (harga) BBM, kalau tidak dilakukan apa-apa, tidak ada pembatasan," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Selasa (23/8/2022). (*) 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved