Pemkab Jayapura

Tim Apresial Diharapkan Lakukan Kerja Cepat dalam Menentukan Nilai Atas Tanah SMPN 1 Sentani

Tim apresial diharapkan melakukan kerja cepat dalam menentukan kepastian terhadap nilai atas harga atas tanah SMP 1 Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
KOLASE - Bupati Mathius Awoitauw mengatakan tim apresial perlu melakukan kerja cepat dalam menentukan nilai atas pembayaran tanah SMP Negeri 1 Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Tim apresial diharapkan melakukan kerja cepat dalam menentukan kepastian terhadap nilai atas harga atas tanah SMP 1 Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Harapan itu disampaikan Bupati Mathius Awoitauw di, Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (3/9/2022).

"Tim Apresial harus memberikan kepastian angkanya, karena siapapun dia bahkan pemerintah tidak bisa menentukan, maka itu hal ini harus cepat dilakukan agar kita dapat tau jelas kepastian angka untuk menganggarkan dan membayarkan," kata Bupati Mathius Awoitauw.

Baca juga: AKHIRNYA Palang SMP Negeri 1 Sentani Dibuka, Senin Depan Aktivitas Belajar Mengajar Dimulai

Dikatakan, persoalan inti dari hak ulayat SMP Negeri 1 Sentani soal kepemilikan.

"Maka itu perlu dipastikan bagi yang benar-benar memiliki hak ulayat, dan ini rananya masyarakat adat, supaya ketika nantinya ada pergantian semuanya bisa diselesaikan dengan baik dan damai," ujarnya.

 

 

Sekadar diketahui, SMP Negeri 1 Sentani, sempat dipalang sejak 28 Desember 2021 atau selama 9 bulan.

Pada 2 September 2022 lalu palang akhirnya dibuka lantaran tengah menyedot perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) di saat melaksanakan kunjungan kerja di Papua. 

Baca juga: Bupati Jayapura Pastikan Persoalan Lahan SMP Negeri 1 Sentani Segera Dituntaskan

Pemalangan itu terjadi pemilik ulayat kembali menuntut pembayaran setelah Pemerintah Kabupaten Jayapura dinyatakan kalah di tingkat pengadilan atas kasus sengketa lahan itu.

Amar tersebut berdasarkan Surat Putusan Pengadilan Negeri Jayapura Nomor Nomor:178/Pdt. G/2018/PN.Jap dalam amar putusannya bagian B, menyatakan penggugat ahli waris yang SAH dari Almarhum Moyang Rohimone secara turun temurun atas objek sengketa berupa sebidang tanah adat seluas 5.282 meter persegi yang terletak di Bandar Udara Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved