Pemilu 2024

Jaga Peluang Lengserkan Prabowo di Pilpres 2024, Elektabilitas Sosok Ini Malah Makin Memudar

Bukannya jaga peluang lengserkan Prabowo dan Ganjar di Pilpres 2024, elektabilitas sosok ini malah makin memudar.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Diketahui, dalam dinamika menuju Pilpres 2024, Bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerap duduk manis di puncak elektabilitas di berbagai survei capres. Namun, bukannya jaga peluang lengserkan Prabowo dan Ganjar di Pilpres 2024, elektabilitas sosok ini malah makin memudar. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjadi satu di antara tiga kandidat kuat capres 2024.

Bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Anies Baswedan kerap duduk manis di puncak elektabilitas di berbagai survei capres.

Namun, bukannya jaga peluang lengserkan Prabowo dan Ganjar di Pilpres 2024, elektabilitas sosok ini malah makin memudar.

Baca juga: Geser Ganjar, Sosok Ini Dijagokan Relawan Jokowi Jadi Capres, Menteri Terkaya

Merujuk pada hasil survei “Elektabilitas Tokoh Menuju Pemilu 2024” yang dilakukan Indonesia Survey Center (ISC), Anies masih masuk tiga besar nama populer yang bakal dicalonkan atau mencalonkan diri jadi calon presiden di Pilpres 2024.

"Dari 15 nama yang ditanyakan, mayoritas publik mengetahui (tingkat popularitas) bahwa Prabowo, Ganjar dan Anies dicalonkan atau mencalonkan menjadi capres untuk periode berikutnya," kata Peneliti Senior ISC, Chairul Ansari, di konferensi pers Hasil Temuan Survei Nasional Elektabilitas Menuju Pemilu 2024 ISC secara virtual, Senin (29/8/2022).

Pada tingkat kesukaan (tingkat likeabilitas) posisi tiga besar ditempati Prabowo, Anies dan Sandiaga.

Baca juga: Mengaku Siap Jadi Capres Lengserkan Prabowo, Sosok Ini Jadi Pemicu Terbelahnya Partai Gerindra

Anies berada diposisi kedua setelah Prabowo, sedangkan Ganjar berada diposisi keempat.

Chairil mengungkapkan, kecenderungan terbesar alasan memilih Anies adalah karena kapabilitasnya dalam memecahkan masalah yang ditunjukkan selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta (6,7 persen).

Publik juga menilai program kerjanya selama menjabat sebagai Gubernur DKI (2,6 persen).

Sedangkan publik yang memilih Anies karena karena kesamaan agama hanya (1,3 persen).

Baca juga: Geser Prabowo dan Anies, Sosok Ini Terima Dukungan Masif di Pilpres 2024, Kader PDIP

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved