Tribun Militer

Pangdam Cenderawasih Beri Atensi Khusus terhadap Kasus Jual-Beli Amunisi dan Senpi di Papua

Terkait dengan kasus jual beli senjata dan amunisi yang melibatkan oknum TNI ada beberapa orang sudah diperiksa.

Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Usai dilantik Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen M Saleh Mustafa langsung melaksanakan perintah Panglima TNI. 

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Usai dilantik sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI M Saleh Mustafa mendapat tugas dari Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa mengawasi jual beli amunisi dan senjata di Papua.

"Saya sebelum menjadi Pangdam sudah mendapat arahan dari Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa berkaitan dengan kasus jual beli amunisi dan senjata yang selama ini diduga ada keterlibatan oknum TNI-Polri," ungkap Mayjen TNI M Saleh Mustafa kepada Tribun-Papua.com, Senin (5/9/2022) di Timika.

Terkait dengan kasus jual beli senjata dan amunisi yang melibatkan oknum TNI ada beberapa orang sudah diperiksa.

"Kedepan saya akan melakukan pengetatan terhahadap kemananan material berbahaya seperti amunisi dan senjata api karena setiap amunisi yang keluar secara aturan harus dicatat," katanya.

Baca juga: Kasus Mutilasi di Timika Libatkan Oknum TNI, Ini Kata Pangdam Saleh Mustafa!

Baca juga: Oknum TNI Aniaya Warga di Mappi Papua Hingga Tewas, DPP IMPPAS: Pangdam Harus Tegas!

Baca juga: Kasad Pimpin Sertijab, Mayjen Muhammad Saleh Mustafa Pimpin Kodam XVII/Cenderawasih

Lanjut Pangdam, mengenai hal tersebut akan dievaluasi baik dari gudang, keluar masuk, sistem pencatatannya akan diperketat karena setiap amunisi yang keluar harus dicatat.

"Jadi apabila tidak tercatat maka diduga ada oknum bermain didalam jual beli amunisi dan senjata," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved