Pemkab Jayapura

Tekan Malaria, Dinkes Kabupaten Jayapura Bakal Lakukan Terobosan Ini

Terobosan yang dilakukan berupa pengecekan kesehatan bagi orang sakit dan sehat di Bumi Kenambai Umbai.

Tribun-Papua
OBAT MALARIA - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lee memberikan penjelasan terkait terobosan menekan malaria. 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura bakal melakukan terobosan dalam menekan Malaria.

Hal ini disampaikan Kadinkes Jayapura, Khairul Lie, usai bertemu UNICEF di Kantor Bupati Jayapura, Selasa (5/9/2022).

Katanya, terobosan yang dilakukan berupa pengecekan kesehatan bagi orang sakit dan sehat di Bumi Kenambai Umbai.

"Kita ingin eliminiasi malaria dengan kondisi layanan biasa akan sulit di capai, untuk itu ada terobosan untuk percepat penurunan kasus malaria,"ujarnya di Gunung Merah, Distrik Sentani Kota, Selasa (6/9/2022).

Baca juga: Pasca-kenaikan Harga BBM, Polisi Lakukan Monitoring di SPBU Kota Jayapura

Adapun kasus Malaria di Kabupaten Jayapura pada 2021 Annual Parasite Incidence (API) atau angka kesakitan per 1000 penduduk berisiko Malaria di angka 193.

"Jadi diantara 1000 orang hanya 193 orang yang mengalami sakit malaria. Kita inginkan turunkan 1-5 di 2023 hingga 2026, tahap reeliminasi,"ujarnya.

Untuk mencapai hal tersebut pihaknya memerlukan dukungan baik pemerintah, masyarakat, dan Kader Malaria agar terjadi percepatan penurunan kasus.

Baca juga: Kontingen Tenis Meja Kabupaten Jayapura Jadi Juara Umum Bupati Cup III Nabire

Khariul menjelaskan pihaknya akan melakukan pengobatan dan pengecekan secara serempak selama satu minggu. Petugas dan Kader Malaria  dapat langsung melakukan pengobatan jika ada masyarakat yang sakit.

Upaya lain yang dilakukan menurutnya yaitu intervensi langsung pada penyebab utama, Nyamuk Malaria, melalui rekayasa lingkungan dengan tanamam pengusir Nyamuk dan juga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya dan waktu gigitan Nyamuk Malaria.

"Di kampung-kampung ini masyarakat kita, belum memahami waktu gigit Nyamuk Malaria dimana dari pukul 18.00-06.00 WIT. Jika mereka berada diluar waktu ini masyarakat harus tahu tindakan pencegahannya,"katanya.

Baca juga: Polres Jayapura Antisiapsi Gejolak Kenaikan Harga BBM

Sementara itu untuk mengeliminasi penyakit Malaria selama ini pihaknya telah menyediakan fasilitas kesehatan yang dilengkapi dengan pemeriksaan Malaria, baik itu tenaga medis dan stok obat yang cukup. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved