Harga BBM Resmi Naik

Tolak Kenaikan Harga BBM, Namantus Gwijangge: Rakyat akan Semakin Miskin

Anggota Komisi V DPR Papua, Namantus Gwijangge menolak dengan tegas kenaikan harga BBM dan mengemukakan alasannya karena akan semakin memiskinkan.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
PAPUA TERKINI – Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Namantus Gwijangge, saat diwawancarai awak media, termasuk Tribun-Papua.com dan mengatakan menolak dengan tegas kenaikan harga BBM, Senin (5/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Namantus Gwijangge menolak dengan tegas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dan mengemukakan alasannya karena akan semakin memiskinkan rakyat Papua.

Hal itu disampaikannya kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com di Kantor DPR Papua, Kota Jayapura, Senin (5/9/2022).

"Pertama saya mau sampaikan, bahwa kenaikan harga BBM ini dampaknya di Papua, akan semakin membuat masyarakat miskin dan mereka di Jakarta semakin kaya, " jelasnya.

Baca juga: Polres Jayapura Antisiapsi Gejolak Kenaikan Harga BBM

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan ketika harga BBM naik, maka harga barang juga akan naik menyesuaikan.

"Lalu ketika harga barang naik, harusnya pendapatan juga naik, tetapi jika tidak maka secara otomatis ini akan menyebabkan kemiskinan secara terstruktur," bebernya.

 

 

Dalam kesempatan itu, Namantus secara tegas menolak kenaikan harga BBM, karena dirinya menilai hanya akan menguntungkan kaum oligarki dan kapitalis di pusat.

"Namun kami di daerah, terutama rakyat kecil secara sadar dan terencana kita akan menjadi miskin," ujarnya dengan nada tegas.

Ia menambahkan, meskipun dengan adanya pembangunan infrastruktur, dan kebijakan Otsus bagi Papua, tetapi nyatanya hingga saat ini, Papua memiliki angka kemiskinan yang tinggi.

"Jadi sudah barang tentu, dengan kenaikan harga BBM, maka nilai kemiskinan akan tinggi juga di Papua," cemasnya.

Baca juga: Harga BBM Naik, Sopir Pikap di Merauke Papua Menjerit

Sebelumnya, Pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga tiga jenis bahan bakar minyak (BBM) belum lama ini.

Tiga jenis BBM itu meliputi pertalite, solar subsidi, dan pertamax nonsubsidi.

Rincian kenaikan harga BBM itu yakni, Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, Solar naik dari Rp 5.150 per liter menjadi 6.800 per liter, kemudian Pertamax naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved