Papua Terkini

Kelompok Ini Berekasi Keras, Jokowi Diteriaki soal Masalah Papua: Ada Apa?

Kelompok ini memandang, pemerintah seharusnya menangani konflik di Papua dengan memberikan solusi terhadap akar masalah.

Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina
Presiden Joko Widodo (kiri, baju putih) didampingi sang istri, Iriana Joko Widodo (kanan, berkerudung putih) saat berfoto bersama anak-anak Papua Football Academy, Rabu (31/8/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta segera menghentikan pendekatan keamanan militeristik dalam menangani permasalahan Papua.

Desakan ini disampaikan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan.

Kelompok ini memandang, pemerintah seharusnya menangani konflik di Papua dengan memberikan solusi terhadap akar masalah.

Kemudian, menghentikan pendekatan militeristik yang berpotensi memicu aksi kekerasan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

"Mendesak Presiden menghentikan pendekatan militeristik dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di Papua."

Baca juga: Jenderal Dudung Murka, Minta Prajurit Terlibat Mutilasi di Papua Segera Dipecat

"Sebab pendekatan keamanan terbukti tidak berhasil dalam menyelesaikan masalah dan justru berakibat pada masifnya berbagai peristiwa pelanggaran HAM," demikian isi pernyataan pers Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan, seperti dikutip pada Jumat (9/9/2022).

Menurut koalisi sipil yang merujuk riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), setidaknya terdapat 4 akar persoalan di Papua.

Yaitu kegagalan pembangunan, marjinalisasi dan diskriminasi orang asli Papua, pelanggaran HAM, serta sejarah dan status politik wilayah Papua.

"Sayangnya, identifikasi empat akar masalah tersebut tidak ditindaklanjuti dengan mengupayakan cara- cara damai berupa pendekatan dialog," kata koalisi sipil.

Kelompok koalisi masyarakat sipil juga mendesak Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk segera memberhentikan secara tidak hormat seluruh prajurit TNI yang diduga terlibat dalam peristiwa kekerasan dan pelanggaran HAM.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved