Mutilasi di Mimika

KNPB Minta 6 TNI Tersangka Mutilasi Warga di Timika Dihukum Mati, Ones: Mereka Seperti Teroris

Juru Bicara KNPB, Ones Suhuniap, mengatakan, pembunuhan warga sipil di Timika merupakan kejahatan yang sangat biadab.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
AKSI - Juru Bicara Nasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Ones Suhuniap meminta enam prajurit TNI AD, tersangka pembununan serta mutilasi warga di Timika dihukum mati. Hal ini disampaikan di Jayapura, Jumat (9/9/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komite Nasional Papua Barat (KNPB) meminta para pelaku pembunuhan empat warga dengan cara mutilasi di Kabupaten Mimika harus dihukum mati.

Juru Bicara KNPB, Ones Suhuniap, mengatakan, pembunuhan warga sipil di Timika merupakan kejahatan yang sangat biadab.

"Ini kejahatan yang sangat keji. Mereka seperti teroris," kata Ones kepada Tribun-Papua.com, di Kota Jayapura, Jumat (9/9/2022).

Menurut Ones, tindakan keji itu ibarat binatang yang dibunuh.

"Nyawa manusia Papua mahal, bukan binatang," tegasnya.

Baca juga: Jenderal Dudung Murka, Minta Prajurit Terlibat Mutilasi di Papua Segera Dipecat

Menurut Ones, pembunuhan serta mutilasi di Timika ibarat operasi khusus untuk mengurangi orang asli Papua (OAP).

"Pembunuhan di Timika ini saya pikir satu operasi khusus untuk mengurangi jumlah orang asli Papua, pasalnya saat ini sudah mulai terbongkar keburukan dan kejahatan kemanusiaan di Papua," tudingnya.

Untuk itu, Ones meminta enam di antara pelaku yang berstatus prajurit TNI AD bukan hanya diadili secara kode etik oleh Pengadilan Militer, namun juga melalui Pengadilan Umum.

"Agar ada transparansi penegakan dan supremasi hukum yang adil. Para pelaku haru dipecat secara tidak terhormat dari anggota TNI dan harus hukuman mati," tandasnya.

Jenderal Dudung Murka

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved