Tribun Militer

Ini Tantangan TNI Satgas Pamtas Yonif 511/Dibyatara Yodha dan Yonif 725/Woroagi di Papua

Dua Batalyon Infanteri itu akan melaksanakan tugas operasi pengamanan di Bumi Anim Ha tepatnya wilayah Kabupaten Merauke dan Boven Digoel.

Penulis: Hidayatillah | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 511/Dibyatara Yodha dan Yonif 725/Woroagi tiba di Merauke, Papua dan langsung bertolak menuju perbatasan RI-PNG, Jumat (9/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini (Satgas Pamtas RI-PNG) Yonif 511/Dibyatara Yodha dan Yonif 725/Woroagi memiliki tantangan yang besar selama bertugas di Papua.

Dua Batalyon Infanteri itu akan melaksanakan tugas operasi pengamanan di Bumi Anim Ha tepatnya wilayah Kabupaten Merauke dan Boven Digoel.

Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap (ATW), Brigjen TNI E Reza Pahlevi menyambut kedatangan 450 personel Yonif 511/Dibyatara Yodha dan 450 personel Yonif 725/Woroagi.

Baca juga: HUT ke-77 TNI AL, Lantamal XI Uji Coba Tanam Sorgum di Merauke Papua

Jenderal bintang satu yang juga Komandan Komando Resor Militer (Dankolakopsrem) 174/ATW mengatakan, perbatasan RI-PNG memiliki panjang kurang lebih 780 kilometer.

Memanjang dari Skouw disebelah Utara, membujur ke Selatan sampai muara sungai Bensbach di torasi.

 

 

"Dengan kondisi medan yang pada umumnya berupa hutan belantara, rawa, dan sungai-sungai sehingga sulit untuk dijangkau," kata Danrem 174/ATW dalam sambutannya diwakili Kepala Seksi Operasi Korem 174/ATW, Kolonel Inf Ivan Yusri saat penerimaan Satgas Pamtas di dermaga pelabuhan Yos Sudarso Merauke, Papua, Jumat (9/9/2022).

Dia mengakui, wilayah perbatasan RI-PNG memiliki kerawanan yang cukup tinggi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved