Info Merauke

Respon Keras Aksi Tolak BBM, LMA Merauke: Jangan Bikin Onar Tempat Ini

Rencana aksi demo jilid II itu meresahkan dan tidak pantas karena ada beberapa poin kata kalimat yang tidak pantas dilakukan di atas tanah Anim Ha.

Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Konferensi pers oleh Pj Ketua LMA Kabupaten Merauke, Ignasius Bole Gebze didampingi Sekertaris LMA Kabupaten Merauke, Joseph Albin Gebze, Tokoh Masyarakat Malind Kimaam, Paskalis Imadawa, sesepuh LMA Kabupaten Merauke, Paulus Mokai Gebze, Korwil LMA Wilayah adat Anim-Ha Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat, Gervasius Wane Mahuze serta Wakil Ketua LMA Merauke, Vinsensius Y. Gebze menanggapi rencana aksi demo kenaikan harga BBM jilid II oleh Aliansi Mahasiswa Merauke. 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Malind Anim Ha memberikan pernyataan sikap menanggapi isu dan rencana aksi demo kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jilid II oleh Aliansi Mahasiswa Merauke pada Senin (12/9/2022).

"Kami selaku lembaga Kultur Representatif Masyarakat Hukum Adat di Kabupaten Merauke Papua Selatan menyikapi hal ini dan telah mendalami informasi gerakan aksi tersebut," kata Pj Ketua LMA Suku Malind Anim Ha Kabupaten Merauke, Ignasius Bole Gebze dalam konferensi pers di Merauke, Sabtu (10/9/2022).

Menurutnya, rencana aksi demo jilid II itu meresahkan dan tidak pantas karena ada beberapa poin kata kalimat yang tidak pantas dilakukan di atas tanah Anim Ha, dusun masyarakat adat Merauke. 

Baca juga: Tim Transisi Peresmian DOB Provinsi Papua Selatan Tangani 4 Isu Besar, Apa Saja?

Ignasius mengungkapkan, rencana aksi demo kenaikan harga BBM tersebut dengan kalimat-kalimat yang akan berdampak anarkis. 

Antara lain;

1. mengatasnamakan masyarakat, pertanyaannya masyarakat yangmana? 

2. Rakyat melarat, pertanyaannya rakyat mana yang melarat?

3. Mencabut kebijakan kenaikan harga BBM atau presiden yang kami turunkan (pertanyaannya apakah itu seperti sebuah ancaman makar? 

"Untuk diketahui bersama, Papua Selatan dan Merauke adalah daerah Otonomi Khusus (Otsus)," ujarnya. 

Kata Ignasius, dimana kaki berpijak disitu langit dijunjung. Jangan bawa kebiasaan pengaruh dari luar lalu terapkan ditempat ini. Hargai itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved