Tribun Militer

Berlari Sejauh 7,7 Kilometer, Putra Asli Papua Kibarkan Bendera Merah Putih, Ini Sosoknya

Berlari membawa bendera merah putih start dari Monumen Kapsul Waktu, hingga finis di mako Lantamal XI.

Tribun-Papua.com/ Ida
Putra asli Papua, Bertus Saraun mengibarkan bendera merah putih dengan berlari sepanjang 7,7 kilometer (km) di Kabupaten Merauke, Papua, Minggu (11/9/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Dua orang putera asli Papua mengibarkan bendera merah putih dengan berlari sepanjang 7,7 kilometer (km) di Kabupaten Merauke, Papua, Minggu (11/9/2022).

Salah satunya, Bertus Saraun. Dia adalah putera asli Papua suku Asmat kelahiran 1999.

Berlari membawa bendera merah putih start dari Monumen Kapsul Waktu, Jalan Ahmad Yani, Raya Mandala, Parakomando, Trikora, Noari dan finish di mako Lantamal XI.

Baca juga: Tiga Pelari Tercepat di Merauke Tempuh 7,7 Kilometer dalam 26 Menit, Ini Sosok Mereka

"Karena saya mencinta Indonesia. Saya Orang Asli Papua yang mendukung Indonesia untuk bisa majubdan kedepan lebih bagus lagi," ucapnya saat ditemui Tribun-Papua.com di garis finish.

Bertus menjelaskan, bendera merah putih yang dikibarkan mengelilingi kota Merauke adalah miliknya.

"Inisiatif saya sendiri mengibarkan bendera merah putih yang saya bawa dari rumah. Berangkat pukul 4.00 WIT jalan kaki ke tempat start," kata Bertus.

Baca juga: HUT ke-77 TNI AL, Lantamal XI Uji Coba Tanam Sorgum di Merauke Papua

Dia mengakui, tidak ada yang menyuruh untuk melakukan hal tersebut.

Berawal ketika mendapat informasi dari saudaranya melalui media sosial bahwa akan ada fun run atau lomba lari gembira dalam rangka HUT ke-77 TNI AL, Bertys pun tergerak untuk berpartisipasi.

"Kegiatannya saya dengar mulai pukul 06.00 WIT jadi saya berangkat lebih awal berjalan kaki dari Kali Weda 2," ujarnya.

Bertus yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan pun sangat gembira diperbolehkan ikut fun run meski tak memakai seragam yang dibagikan panitia karena tidak mendaftar sebelumnya.

Baca juga: Hari Mangrove se-Dunia, TNI AL Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Kawasan Pantai Ciberry Jayapura

"Saya tinggalkan pekerjaan yang biasanya ssehari bisa dapat Rp 25.000 dan paling banyak Rp 50.000. Saya bangga bisa mengibarkan bendera merah putih dari start hingga finish," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved