Mutilasi di Mimika

Dewan Adat Suku-suku Papua Minta Kejelasan Perkembangan Kasus Mutilasi 4 Warga Nduga

Empat korban mutilasi masing-masing Arnold Lokbere, Leman Nirigi, Irian Nirigi, dan Atis Tini saat ini masih di ruang jenazah RSUD Mimika.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Dewan adat suku-suku Papua terdiri dari tujuh wilayah adat melakukan diskusi publik terkait dengan perampokan, penembakan, pembantaian, pembunuhan, dan mutilasi empat warga Kabupaten Nduga yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Dewan adat suku-suku Papua terdiri dari tujuh wilayah adat melakukan diskusi publik terkait dengan perampokan, penembakan, pembantaian, pembunuhan, dan mutilasi empat warga Kabupaten Nduga yang dilakukan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Diskusi publik ini dilakukan di Gereja Kingmi Bathera, Jalan C Heatubun, Timika pada, Senin (12/9/2022) sekira pukul 14:00 WIT.

Diskusi dewan adat suku-suku Papua ini berkaitan dengan kejelasan proses terhadap korban mutilasi empat warga Nduga pada, Senin (22/8/2022) lalu oleh warga sipil dan oknum anggota TNI.

Baca juga: Ini 10 Poin Tuntutan Mahasiswa Mimika Terkait Kasus Mutilasi

"Kita melihat empat korban dibunuh tidak dengan wajar dan jenazah belum dimakamkan secara manusiawi," kata koordinator Dewan Asat Suku-suku Papua, Pendeta Deserius Adi kepada Tribun-Papua.com di Timika.

Diketahui, empat jenazah masing-masing Arnold Lokbere, Leman Nirigi, Irian Nirigi, dan Atis Tini saat ini masih di ruang jenazah RSUD Mimika.

 

 

"Kami minta jenazah ini harus segera dimakamkan secara terhormat melalui pelepasan, karena diduga tidak ada titik temu dan proses otopsi belum jelas padahal kasus ini ditangai sejak lama," ujarnya.

Pihaknya juga menekankan kepada tim penyidik agar segala proses penyelidikan hingga putusan dilakan di Mimika agar disaksikan oleh publik secara transparan.

"Sekali lagi kami tunda pemakaman karena hingga saat belum ada hasil DNA dari Jakarta," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved