Harga BBM Resmi Naik

Frans Pekey Minta Sopir Angkot di Jayapura Sabar: Tunggu Penyesuaian Tarif dari Pemprov Papua

Frans memahami pastinya sangat memberatkan para pemilik kendaraan ataupun sopir, akibat kenaikan harga BBM yang sangat berdampak.

Tribun-Papua.com/ Aldi
Suasana para sopir angkot yang mogok kerja di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (12/9/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey meminta para sopir angkot yang melakukan mogok massal, agar dapat bersabar sembari menunggu ketetapan penyesuaian tarif dasar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.

Hal itu dikatakannya kepada Tribun-Papua.com Senin (12/9/2022), melalui telewicara sebagai responsnya atas aksi mogok massal para sopir angkot di Kota Jayapura.

"Aksi mogok sopir angkot yang terjadi hari ini, tentu merupakan reaksi dari pada kebijakan nasional soal kenaikan harga BBM yang diumumkan oleh pemerintah," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Jayapura Kerahkan 5 Unit Bus Layani Warga Kota Akibat Sopir Angkot Mogok

Pihaknya sangat menyadari hal tersebut dan tentu Frans memahami pastinya sangat memberatkan para pemilik kendaraan ataupun sopir, akibat kenaikan harga BBM yang sangat berdampak.

"Untuk itu, pertama saya ingin menyampaikan kepada Organda dan pengurus dari para sopir angkot, serta semua sopir agar dapat bersabar," pinta Frans.

Sebab, dikatakan Frans, saat ini Pemkot Jayapura terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Pemprov Papua, khususnya Dishub Provinsi Papua.

"Dalam hal kaitannya untuk segera melakukan penyesuaian tarif angkot dan juga hari ini, saya sudah tugaskan Kadishub Kota dan Organda Kota untuk melakukan komunikasi bersama Pemprov Papua untuk kejelasan perhitungan tarif dasar yang ditetapkan," bebernya.

Baca juga: Calon Penumpang Abe – Waena Terlantar: Semoga Aksi Mogok Tidak Berlangsung Lama

Lelaki murah senyum itu menegaskan, dengan adanya penetapan tarif dasar dari provinsi, baru kemudian Pemkot Jayapura dapat menghitung dan menetapkan dalam bentuk Keputusan Wali Kota Jayapura.

"Perlu untuk sabar sedikit, karena ada proses yang harus dilalui, supaya jelas dan ada kepastian hukumnya," pinta Frans kembali.

Dalam kesempatan itu, lelaki berkacamata tersebut berpesan kepada para sopir angkot, untuk tetap memberikan pelayanan jasa transportasi bagi masyarakat dan meminta agar bersabar, sebelum nantinya harga tarif dasar disesuaikan.

"Saya mau tegaskan kepada para sopir angkot atau pemilik kendaraan umum, agar jangan dulu menaikan tarif secara sepihak, meskipun terasa berat tetapi semua ada prosedur, mekanisme, dan aturannya," tegas Frans.

Sebab menurut Frans, dengan adanya kenaikan harga BBM tak hanya berdampak bagi para sopir angkot, tetapi juga bagi profesi lainnya termasuk para Nelayan.

"Saya juga mau sampaikan kepada masyarakat khususnya para sopir angkot, bahwa Pemkot Jayapura telah melakukan rapat bersama TPID pekan lalu, ada kebijakan nasional untuk memberikan subsidi bagi para sopir, nelayan dan profesi lainnya yang terdampak, " lanjutnya.

Bahkan saat ini, dikatakannya, Pemkot Jayapura telah mengalokasikan sejumlah dana untuk memberikan subsidi terhadap kelompok profesi yang terdampak, termasuk sopir angkot.

Baca juga: Aliansi Mahasiswa Merauke Lakukan Aksi Jilid II Demo Kenaikan Harga BBM

Kaitannya dengan dampak aksi mogok massal sopir angkot ini, Pemkot Jayapura menjamin kelancaran perjalanan warga yang kesehariannya menggunakan transportasi umum.

"Untuk mengantisipasi terlantarnya penumpang, Pemkot Jayapura telah mengerahkan armada bus untuk melayani masyarakat," imbuhnya

Sebanyak 5 bus dari Dinas Perhubungan Kota Jayapura telah dikerahkan, untuk mengakomodir kebutuhan para penumpang, supaya sampai di tempat tujuan pada saat aksi mogok massal berlangsung.

"Kami juga minta ada tambahan bus Pemda yang dapat dikerahkan untuk mengakomodir segala kekurangan, dan apabila masih dibutuhkan, maka kami meminta bantuan kepada pihak Kepolisian dan TNI," katanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sopir Angkot Kota Jayapura Papua Mogok Beroperasi Pascakenaikan Harga BBM

Sebaran armada bus yang dikerahkan tersebut diinformasikan Frans, telah tersebar di berbagai titik di Kota Jayapura, yakni di Waena, Kotaraja, dan kawasan lainnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved