Korupsi di Papua

Kejati Papua Barat Periksa 2 Pengurus Kongres Pemuda Katolik, Bongkar Aliran Dana Rp3 Miliar

Ini merupakan panggilan kedua kalinya dilayangkan Kejati papua Barat atas dugaan korupsi dana hibah atas kongres tersebut. Sekira Rp3 miliar.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi korupsi 

TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI- Penyidik Kejaksaan Tinggi Papua Barat kembali memanggil dua pengurus Kongres Pemuda Katolik untuk dimintai keterangan.

Ini merupakan panggilan kedua kalinya dilayangkan Kejati papua Barat atas dugaan korupsi dana hibah atas kongres tersebut. 

Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Baratm, Juniman Hutagaol, dikonfirmasi melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum Belly Arthur l Wuisan membenarkan pemanggilan dua pengurus Pemuda Katolik.

"Benar, Kamis (8/9/2022) kemarin penyidik memanggil dua orang pengurus," kata Belly Wuisan, Sabtu (10/9/2022).

Baca juga: Gubernur Papua Ditetapkan Tersangka Dugaan Gratifikasi, Kuasa Hukum Lukas Enembe Bereaksi Keras

Belly mengatakan, keduanya dipanggil untuk yang kedua kali. Hal tersebut demi melengkapi berkas perkara.

Ditanya siapa saja yang dipanggil oleh penyidik, Belly menyebut tidak hafal nama lengkap para pengurus yang dipanggil.

"Kalau tidak salah berinsial AS dan JO," ucapnya.

Sementara seorang saksi yang dipanggil dan diperiksa oleh penyidik jaksa mengaku, ini merupakan pemanggilan yang kedua dan dia mendapat 20 pertanyaan dari penyidik.

"Sekitar 20 pertanyaan oleh penyidik," katanya pria yang enggan namanya disebutkan.

Dia mengatakan pemeriksaan dilakukan sekitar 2 jam di Kantor Kejaksaan Tinggi Papua Barat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved