Pemkab Jayapura

Program Jemput Bola Sukses, Perekaman e-KTP Meningkat di Jayapura

Program jemput bola mendapat respons positif dari masyarakat, sehingga dijadwalkan secara teratur.

Tribunnews.com
Ilustrasi E-KTP 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Program jemput bola dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jayapura meningkatkan perekaman e-KTP.

Hal ini dikonfirmasi Kadisdukcapil Jayapura, Herald Berhitu, Senin (12/9/2022).

“Hingga Desember 2022 nanti, kami lakukan pendataan berbagai dokumen dukcapil, dari e-KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga, hingga akta kelahiran, serta dokumen pindah domisili,” ujar Herald di Kantor Bupati Jayapura, Distrik Sentani, Senin (12/9/2022).

Kata Herald, program jemput bola mendapat respons positif dari masyarakat, sehingga dijadwalkan secara teratur.

"Kami bantu juga masyarakat untuk pindah domisili. Program nikah massal, ada juga dari beberapa distrik namun kelengkapan administrasi dan dokumen belum terpenuhi sehingga belum dilaksanakan,"katanya.

"Di pencatatan sipil syarat untuk mengikuti nikah massal salah satunya akta dari gereja sementara yang beragama muslim keterangan dari KUA,"ujarnya.

Baca juga: MRP Minta KPU Beri Jaminan Hak Suara saat Pemilu untuk Warga Papua yang Belum Punya E-KTP

Dikatakan, sejak Januari 2022 pelayanan Dukcapil terlayani hingga ke kampung karena lokasi kampung ke distrik yang berjauhan.

Sementara dari data tersebut nantinya akan dipakai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Daerah Pemilih Tetap (DPT).

"Untuk pansus dewan juga," ujarnya.

Herald juga menilai masyarakat di Kabupaten Jayapura saat ini secara sadar mengurus dokumen kependudukan untuk berbagai kebutuhan administrasi, salah satunya Bantuan Langsung Pemerintah (BLT).

Pendataan Dukcapil mulai dari kampung hingga distrik.

Dengan adanya jemput bola itu jumlah penduduk 224.000 jiwa untuk Data Kependudukan Bersih (DKB) yang dirilis oleh Ditjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri pada Juli 2022.

"Kami mulai dari terjauh, Distrik Airu, Kampung Naira, Yapsi, Kauereh, Depapre," jelasnya.

"Sedangkan di Unurum Guay kami lakukan pendataannya perusahaan sawit,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved