Papua Barat Terkini

Divonis 6 Bulan Penjara, Enam Penambang Emas Ilegal di Manokwari Juga Denda Rp 50 Juta

Enam terdakwa dijautuhi vonis atas aktivitas menambang emas di Kali Wariori, Kampung Waserawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Tribun-Papua.com/Kompas.com
TANGIS - Mohamad Basri salah satu terdakwa penambang emas usai mendengar putusan Hakim, ia memeluk Istri Istri dan Ibunya di ruangan sidang(Adlu Raharusun ) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pengadilan Negeri Manokwari menjatuhkan vonis 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta terhadap enam terdakwa penambang emas ilegal, Selasa (13/9/2022).

Enam terdakwa dijautuhi vonis atas aktivitas menambang di Kali Wariori, Kampung Waserawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Keenam terdakwa itu adalah Jonle Tapedune, Alfred Tuwompia, Suhidayat Harun, Dahlan Lamane, Muhamad Basri dan Piet Hein Buluran.

Hakim ketua, Cahyono Riza Adrianto, menyatakan, hal yang memberatkan para terdakwa adalah perbuatan mereka akan menyebabkan kerusakan lingkungan.

Baca juga: GEMPAR! Tambang Ilegal di Papua jadi Sasaran Edar Sabu, Barter Emas dengan Narkoba Kerap Terjadi

Sedangkan, yang meringankan para terdakwa yakni mereka belum pernah melakukan perbuatan pidana sebelumnya.

"Menjatuhkan vonis terhadap saudara Jonle Tapedune dan lima penambang lainnya 6 bulan penjara dan denda Rp 50 juta. Apabila tidak bisa membayar denda ditambah hukuman penjara 1 bulan," kata Cahyono saat membacakan putusan terhadap para terdakwa.

Putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut mereka dengan kurungan penjara 2 tahun dan denda Rp 2 miliar.

Dalam putusannya, hakim menganggap perbuatan para terdakwa memenuhi unsur Pasal 158 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penambangan Mineral dan Batu Bara.

Sebab, para terdakwa menambang dengan tidak memiliki Izin Pertambangan Rakyat (IPR) maupun Ijin Usaha Pertambangan (IUP).

Kuasa hukum para terdakwa, Paulus Simonda, di hadapan majelis hakim, mengatakan, menerima putusan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved