Kejutan Ultah Puan di Hari Demo BBM Berujung Laporan Pelanggaran, Wakil Ketua MKD Beri Pembelaan

Ketua DPR RI Puan Maharani dilaporkan ke MKD DPR karena dinilai melanggar kode etik terkait kejutan ulang tahun di hari demo tolak kenaikan harga BBM.

Dok. DPR RI
Ketua DPR RI Puan Maharani - Ketua DPR RI Puan Maharani dilaporkan ke MKD DPR karena dinilai melanggar kode etik terkait kejutan ulang tahun di hari demo harga BBM. 

“Situasinya sama seperti orang biasa yang saling mengucapkan selamat ulang tahun apabila ada kolega yang kebetulan berulang tahun di tempat kerja,” ujar dia.

Sementara, soal Puan yang tidak menemui demonstran, Habiburokhman mengaku, kala itu DPR siap melakukan audiensi.

Namun, hingga sore hari tak ada pihak pengunjuk rasa yang mengirimkan delegasinya untuk beraudiensi dengan DPR.

"Saya sempat dihubungi oleh petugas untuk menerima pengunjuk rasa, tapi tidak ada kelanjutan sampai sore,” ungkapnya.

Kendati demikian, Habiburokhman berjanji MKD bakal segera membahas laporan dugaan pelanggaran etik Puan.

Tidak Peka

Sikap yang ditunjukkan Puan dan sejumlah anggota DPR lainnya kala itu sempat dikritik oleh pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin.

Ujang mengatakan, perayaan ulang tahun sebenarnya sah-sah saja. Namun, kali ini, momennya tidak tepat.

Sebabnya, rakyat yang berdemo tengah merasa tercekik menghadapi kenaikan harga BBM. Namun, di saat bersamaan, wakil rakyat justru bersenang-senang merayakan hari ulang tahun pimpinannya.

Baca juga: Singgung Puan dan Ganjar, Pengamat Soroti Perkataan Jokowi soal Nyapres Tak Cuma Modal Elektabilitas

"Masyarakat sedang jatuh tertimpa tangga, sudah terkena pandemi, banyak yang di-PHK banyak yang nganggur, banyak yang tidak bisa makan, lalu dengan kenaikan BBM perayaan ulang tahun itu dilakukan di saat yang tidak pas," kata Ujang kepada Kompas.com, Kamis (8/9/2022).

Menurut Ujang, sikap Puan dan para anggota DPR lainnya dalam rapat paripurna kemarin menunjukkan ketidakpekaan mereka.

Alih-alih merayakan ulang tahun, seharusnya Puan bisa memimpin anggota dewan untuk menemui para pendemo di luar Gedung DPR.

Lebih baik lagi jika Puan dan para pimpinan DPR lain bisa berdialog dan duduk bersama dengan para demonstran.

"Saya melihat ini ketidakpekaan wakil rakyat, Ketua DPR, dan anggota-anggota lainnya terhadap tuntutan tuntunan dari publik," kata Ujang.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved